facebook

Pro dan Kontra Pemanis Buatan

Selasa, 01 March 2016 - 03:37:31 WIB
Diposting oleh : Berry
Pro dan Kontra Pemanis Buatan

Berrykitchen.com > Tips > Tips > Pro dan Kontra Pemanis Buatan

Halo Berrykitcheners! Untuk kamu yang belum sempat ikutan Ask Nutritionist kamis lalu, kami sudah merangkum semua pertanyaan yang masuk ke email kami supaya kamu juga bisa baca. Apa bahasan minggu lalu? Ada pro dan kontra mengenai pemanis buatan. Baik atau tidak ya? Kami jelaskan dulu ya secara singkat.

Banyaknya produk makanan dan minuman yang menggunakan pemanis buatan sebagai pengganti gula pasir untuk memberikan rasa manis di dalam produk tersebut dgn jargon Sugar Free atau Less Sugar. Seberapa amankah pemanis buatan bagi kesehatan? apakah ada batas aman penggunaannya? Apa aja yg terkandung dalam produk sugar free? Siapa sajakah yg sebenarnya boleh mengkonsumsi produk sugar free?

Q: Seberapa amankah pemanis buatan bagi kesehatan?

A: Awalnya diciptakan pemanis buatan adalah bagi para penderita diabetes melitus atau orang yang membutuhkan makanan berkalori rendah. Namun, pemanis buatan ini kini juga sudah mulai banyak digunakan masyarakat umum yang tidak menderita diabetes. Meskipun begitu, jumlah yang boleh dikonsumsi tetap terbatas baik untuk penderita diabetes atau bukan adalah dengan dosis yang sama. Karena Pemanis buatan kebanyakan diproduksi dari bahan kimia yang bukan diolah dari gula alami seperti gula tebu, gula aren, atau gula buah. Walaupun kebanyakan produk pemanis buatan ini sudah mendapat izin dari badan kesehatan nasional ataupun lokal, namun berdasarkan penelitian dari badan independen ternyata pemakaian jangka panjang akan berdampak buruk bagi kesehatan diantaranya dapat memicu terjadinya kanker otak dalam jangka waktu yang panjang. Sayangnya penelitian tersebut masih tidak dapat dipublikasikan sehingga sering menjadi hal kontroversial

Q: Apakah ada batas aman penggunaan pemanis buatan?

A: Masing - masing pemanis buatan memiliki batas aman yang berbeda, berdasarkan surat keputusan dari Badan BPPOM tentang pemanis buatan sudah diatur untuk jenis produk makanan dan minuman. Misalnya aspartam, kandungan ADI (Acceptable Daily Intake) atau kandungan harian yang dapat diterima adalah sebesar 50 mg/berat badan.

Sakarin dengan ADI 5 mg/berat badan.

Sukralosa dengan ADI 0-15 mg/ berat badan.

Siklamat dengan ADI 0-11 mg/ berat badan.

Q: Apa saja yang terkandung dalam produk sugar free?

A: Berawal dari produk makanan dan minuman yang beredar di masyarakat yang memiliki kandungan gula yang tinggi dan awarness mengenai penyakit degeneratif akibat mengkonsumsi makanan dan minuman yang mengandung gula tinggi tersebut seperti Diabetes Melitus membuat produsen makanan dan minuman tersebut berlomba untuk menciptakan produk baru dengan kandungan gula yang rendah atau bahkan sugar free. Bila produk tertulis bebas gula (sugar free), berarti produk tersebut hanya mengandung kurang dari 0,5 mg gula per takaran saji. Bila poduk

tertulis bebas gula (sugar free),
berarti produk tersebut hanya mengandung kurang dari 0,5 mg gula per takaran
saji. Bila tertulis "less sugar" atau "reduced sugar" berarti kandungan gula telah dikurangi 25%
dibanding produk reguler. Perlu diperhatikan bahwa mengkonsumsi gula sebaiknya
50 gram perhari atau maksimal 4 sendok makan setiap harinya (Batas yang
disarankan oleh Kementerian Kesehatan RI). Gula merupakan salah satu sumber
energi yang dibutuhkan manusia, Namun jika berlebihan gula dapat menyebabkan
obesitas dan diabetes melitus.

Q: Siapa sajakah orang yang boleh mengkonsumsi produk sugar free?

A: Yaitu untuk orang dengan penyakit
diabetes melitus yang tetap ingin mengkonsumsi produk makanan dan minuman
dengan mengontrol kadar gulanya dan orang yang membutuhkan makanan berkalori
rendah (seperti orang yang mengalami obesitas, atau orang yang sedang menjalani
diet penurunan berat badan)

Q: Jika tidak ada kencing manis atau gula
darah, sebaiknya mengkonsumsi gula pasir atau sweetener utk minum the atau kopi
utk berjaga jaga?

A: Para ahli gizi
lebih menyarankan menggunakan produk alami dibandingkan produk buatan, begitu
juga dengan pemanis alami, pemanis alami dari madu, gula tebu, gula jawa, gula
aren, ataupun gula buah lebih aman bagi kesehatan. Konsumsi gula harian tidak
lebih dari 50 gram atau maksimal 4 sendok sehari. 

Q: kalo meminum
juice (Cold Press/Slow Juicer) tanpa tambahan gula apapun (murni gula dan sari
dari buah) rutin tiap hari, apakah bisa berdampak berbahaya seperti jadi
kencing manis/gula darah dan obesitas? Ada saran sebaiknya konsumsi juice buah
sebaiknya berapa kali seminggu? jika tidak baik dikonsumsi tiap hari.

A: Juice buah yang diproses tanpa penambahan gula
adalah paling bermanfaat dan sumber vitamin dan mineral yang paling baik bagi
tubuh, tidak pernah ada laporan orang yang makan buah akan menderita penyakit
diabetes melitus. Justru gula apabila dikonsumsi berlebihan dapat menyebabkan
penyakit diabetes melitus. Patogenesisnya (Perjalanan Penyakit) adalah apabila
tubuh mengkonsumsi gula maka Pankreas akan memproduksi insulin, Insulin adalah
hormon yang dapat memecah gula darah menjadi energi. Jika terlalu banyak
mengkonsumsi gula, maka insulin diproduksi secara masal namun tidak berefek
apa2 karena gula darah yang dipecah terlalu banyak, (ini mekanisme terjadinya
DM type 2), atau insulin yang diproduksi terlalu sedikit sehingga membutuhkan
insulin dari luar atau disuntik insulin (mekanisme terjadinya DM type 1).  Namun, semua cerita mengenai diabetes melitus
ini tidak akan pernah terjadi jika mengkonsumsi buah - buahan untuk menjaga
kesehatan.  Cold Press Juice Berrykitchen
tidak mengandung gula pasir, 100 % buah alami.

Kata Kunci:
Bagikan ke teman Kamu

Gunakan voucher sebelum waktu habis 00 : 00
tutup