facebook

Perhatikan Jenis Susu Untuk Anak!

Senin, 11 April 2016 - 06:10:13 WIB
Diposting oleh : Berry
Perhatikan Jenis Susu Untuk Anak!

Berrykitchen.com > Tips > Tips > Perhatikan Jenis Susu Untuk Anak!

Hai, Berrykitchners! Masih ingat topik pembahasan ask nutritionist minggu kemarin? Kami sudah membagikan pertanyaan beserta jawaban pembahasan susu untuk kamu yang sedang berdiet. Kali ini kami akan membagikan topik susu untuk anak-anak dan ada juga untuk ibu hamil. Buat kamu yang belum sempat ikut ask nutritionist minggu kemarin tapi ingin menanyakan soal susu untuk anak-anak dan ibu hamil, mungkin rangkuman pertanyaan dibawah ini bisa menjawabnya. Yuk disimak!


 


Q: Kalau untuk balita 1 tahun, apakah sudah boleh minum susu UHT? Beda UHT biasa dengan Pasteurisasi itu apa ya?


A: mohon maaf Ibu untuk baduta (bayi dibawah 2 tahun) tidak disarankan untuk mengonsumsi susu formula.


menurut KEMENKES, bayi dibawah 2 tahun disarankan untuk mengonsumsi ASI dan MP-ASI(Makanan Pendamping ASI) karena kandungan  ASI sangat baik untuk kekebalan tubuh/ imunitas baduta serta mencukupi kebutuhan asupan energi dan zat gizi baduta. UHT juga tidak cocok diberikan kepada anak dibawah 1 tahun karena penceraan bayi belum sempurna untuk menyerap kandungan dari susu UHT.


Proses pasteurisasi adalah proses pemanasan susu segar untuk membunuh mikroorganisme yang dapat membahayakan kesehatan, sehingga susu yang sudah di pasteurisasi lebih awet. Ada 2 jenis susu pasteurisasi yang menggunakan metoda pemanasan suhu tinggi yaitu UHT (Ultra High Temperature) dan HTST (High Temperature Short Time)


 


Q: Anak saya umur 4 tahun dan 7 tahun, masih minum susu kaleng, Yang saya ingin tanyakan mana lebih bagus susu formula atau susu cair. Kalau saya bandingkan kandungan nutrisinya lebih banyak yang susu formula. Tapi kalau dengar pendapat orang susu cair lebih baik karena mudah dicerna. Jadi mana yang benar ?


A: Susu kaleng adalah susu segar yang diproses sehingga menjadi tepung susu, lalu oleh produsen susu ditambahkan dengan zat - zat gizi atau dikenal dengan bahasa fortifikasi sehingga susu tersebut bermanfaat. Tentunya penambahan zat gizi tersebut sudah melalui tahapan proses yang dikendalikan dan sesuai dengan takaran oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan. Sedangkan susu cair adalah susu segar yang telah melalui proses agar aman dikonsumsi. 


Jika melihat dari kandungan nutrisi, susu kaleng lebih banyak mengandung nilai gizi karena melalui proses fortifikasi tersebut, namun apabila ingin lebih alami, susu segar menjadi pilihan. 


Semuanya benar dan cocok dikonsumsi untuk anak usia lebih dari 1 tahun ke atas. Dan saya menyarankan susu dikonsumsi untuk anak diusia 2 tahun. Namun yang menjadi perhatian adalah kandungan gula yang ada di dalam susu kaleng, jika dibandingkan dengan susu segar yang mengandung tanpa gula jelas susu segar lebih baik, apabila memilih susu kaleng, pilihlah susu kaleng yang tidak mengandung gula atau rendah gula, karena gula juga dapat menyebabkan karies gigi pada anak dan juga dapat menyumbang terjadinya resiko penyakit tidak menular seperti diabetes melitus akibat mengkonsumsi gula terlalu banyak kelak dalam jangka waktu yang panjang


 


Q: Anak saya saat ini berusia 13 tahun, sejak kecil selalu mengeluarkan ingus/pilek pada saat bangun tidur pagi dan akan tidur malam. Saya pernah membaca suatu artikel, yang mengatakan bahwa susu dapat memunculkan alergi pada seseorang. Karenanya pada usia 10 tahun susu tidak saya berikan kepada dia. Sejak tidak minum susu memang jauh berkurang pileknya, walaupun masih mengeluarkan ingus tapi tidak sehebat pada saat dia masih minum susu. Pertanyaan saya adalah, susu apa yang cocok buat dia ?


A: Alergi yang biasanya ditimbulkan oleh susu tidak mempengaruhi saluran pernafasan, melainkan pencernaan. Dikhawatirkan ada yang mempengaruhi faktor alergi tersebut. Lebih baik dikonsultasikan kepada dokter lebih lanjutnya, selama anak ibu tidak memiliki gangguan pencernaan, susu jenis apapun baik untuk dikonsumsi. Namun saran saya, susu bukanlah sumber kalsium utama, banyak makanan yang mengandung kalsium diantaranya produk turunan susu (keju, mentega, yoghurt), ikan teri tawar, kacang-kacangan, sayuran hijau, dan buah-buahan (pisang dan salak). Selain itu, matahari pagi pun membantu dalam penyerapan kalsium dalam tubuh.


Untuk anak usia 13 tahun, penuhilah makanan makanan yang mengandung tinggi kalsium dengan menu gizi seimbang untuk mengoptimalkan status gizinya, Sebenarnya susu itu hanya melengkapi zat gizi yang tidak dipenuhi dari makanan karena pola makan yang tidak seimbang. Jika makanan dirasa sudah memenuhi gizi seimbang, susu tidak perlu dikonsumsi.


 


Q: Saya mau bertanya tentang susu, bukan untuk saya tetapi untuk putra saya yang berumur 2 tahun.


Sampai usia 18 bulan anak saya masih mengkonsumsi ASI untuk susunya, sejak 19 bulan sampai sekarang saya berikan UHT atau susu pasteurisasi sekitar 200ml per hari dan masih menyusu juga pada malam hari saat mau tidur.
Belakangan ini saya membaca beberapa artikel tentang kebutuhan susu anak, ada yang mengatakan setelah 2 tahun anak tidak membutuhkan susu lagi karena tubuh tidak lagi memproduksi enzim untuk mengolah susu sehingga konsumsi susu akan memperberat kerja ginjal, ada yang mengatakan anak perlu susu UHT atau pasteurisasi untuk menambah asupan kalsium tetapi jangan memberikan susu formula karena semua kandungan gizi susu formula adalah buatan/bahan kimia, dan ada lagi yang mengatakan bahwa susu formula perlu untuk anak karena susu UHT atau pasteurisasi miskin nutrisi/tidak mencukupi kebutuhan nutrisi anak.


A: Susu formula adalah susu segar yang diproses sehingga menjadi tepung susu, lalu oleh produsen susu ditambahkan dengan zat - zat gizi atau dikenal dengan bahasa fortifikasi dengan standar yang ditetapkan dan teruji secara klinis sehingga susu tersebut bermanfaat. Tentunya penambahan zat gizi tersebut sudah melalui tahapan proses yang dikendalikan dan sesuai dengan takaran oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan. Sedangkan susu cair adalah susu segar yang telah melalui proses agar aman dikonsumsi. 


Jika melihat dari kandungan nutrisi, susu kaleng lebih banyak mengandung nilai gizi karena melalui proses fortifikasi tersebut, namun apabila ingin lebih alami, susu segar menjadi pilihan. 


Semuanya benar dan cocok dikonsumsi untuk anak usia lebih dari 1 tahun ke atas. Dan saya menyarankan susu dikonsumsi untuk anak diusia 2 tahun. Namun yang menjadi perhatian adalah kandungan gula yang ada di dalam susu formula, jika dibandingkan dengan susu segar yang mengandung tanpa gula jelas susu segar lebih baik. 


Apabila memilih susu formula, pilihlah susu formula yang tidak mengandung gula atau rendah gula, karena gula juga dapat menyebabkan karies gigi pada anak dan juga dapat menyumbang terjadinya resiko penyakit tidak menular seperti diabetes melitus akibat mengkonsumsi gula terlalu banyak kelak dalam jangka waktu yang panjang.


Dalam ilmu gizi, susu hanya melengkapi zat gizi yang tidak dipenuhi dari makanan karena pola makan yang tidak seimbang. Jika makanan dirasa sudah memenuhi gizi seimbang, susu tidak perlu dikonsumsi. Apabila Ibu dapat menjamin kebutuhan gizi anak dapat tercukupi dengan asupan makanan maka konsumsi susu setelah usia 2 tahun tidak perlu diberikan, atau berikan sebagai selingan namun tidak setiap hari.


 


Q: Susu apa yang sebaiknya saya beli untuk anak saya yang divonis kurang gizi?


A: Untuk menegakkan diagnosis kurang gizi yang pertama kita harus mengetahui dari pengukuran antropometri anak berdasarkan tinggi badan dan berat badan, atau bisa melihat dari garis KMS (Kartu Menuju Sehat). Yang kedua melihat dari fisik anak, apakah anak dari mata, bentuk tubuhnya, adanya lipatan paha dan pantat, terlihat lemas dan lesu, yang kedua dari riwayat keluarga dan riwayat penyakit, dan riwayat makannya apakah anak tersebut memiliki infeksi penyakit yang dapat menyebabkan anak tidak mau makan, apakah anak tidak nafsu makan. Kalau anak tidak mau makan karena tidak nafsu makan dan menyebabkan anak menjadi kurang gizi, maka tindakannya adalah dengan memperbaiki nafsu makan anak, pemberian susu formula hanya sebagai pendamping makan anak, apabila nafsu makan sudah baik, susu formula dapat dihentikan.


Untuk anak yang divonis kurang gizi, dianjurkan ke puskesmas yang ada di kecamatan, untuk terapi TFC, dalam terapi tersebut anak yang kurang gizi akan diberikan susu formula WHO untuk meningkatkan dan memperbaiki status gizinya, atau ibu dapat berkonsultasi dengan dokter anak lebih lanjut.


 


Q: Saya sedang hamil 5 bulan, mohon info apakah lebih baik saya minum susu ibu hamil atau susu UHT?


A: Ibu hamil disamping harus menjaga pola makannya juga harus meningkatkan asupan makannya sebagai makan makanan janin di dalam kandungam. Selain itu, perlu ditambahkan zat gizi seperti asam folat untuk menjaga janin dari anencephaly dan spina bifida atau dikenal resiko cacat otak dan sumsum tulang belakang. Saat ini susu Ibu hamil di pasaran sudah difortifikasi dengan asam folat dan vitamin - vitamin yang dapat menjadi cadangan Ibu di usia kehamilan, saran saya Ibu memilih susu untuk ibu hamil dibandingkan dengan susu UHT. Saat ini juga susu ibu hamil sekarang sudah ada dalam bentuk cair yang diproses secara UHT.


Saran saya ada baiknya Ibu juga mengimbangi dengan makanan gizi seimbang, menjaga kualitas makanan, makan makanan yang mengandung zat besi dan asam folat seperti sayur berwarna hijau, alpukat, buah kiwi, dan rutin mengkonsumsi tablet Fe, asam Folat dan Kalsium dari bidan/dokter kandungan.

Kata Kunci:
Bagikan ke teman Kamu