facebook

Gluten Free Diet

Senin, 02 May 2016 - 04:30:21 WIB
Diposting oleh : Berry
Gluten Free Diet

Berrykitchen.com > Tips > Tips > Gluten Free Diet

Hai Berrykitcheners! Untuk kamu yang belum sempat ikutan ask nutritionist mengenai gluten free diet tidak perlu khawatir karena kami sudah mengumpulkan dan memilih pertanyaan yang sudah masuk melalui email ahli nutrisi kami. Yuk di cek! Semoga membantu ya :)


 


Q: Bagaimana menjalani hidup dengan gluten free diet? Makanan apa saja yang cocok untuk orang yang tidak cocok dengan protein gluten? Apakah bisa dilakukan untuk diet dalam mengurangi berat badan?


A: Sebelum kita membahas mengenai gluten free diet, ada baiknya kita mengetahui apa itu Gluten. Gluten adalah jenis protein yang terdapat pada gandum, rye atau barley. Kalau di Indonesia kita lebih mengenalnya dengan gandum (Wheat) yang biasanya terdapat di gandum utuh, tepung terigu (protein sedang, protein tinggi), roti, mie, kue - kue yang terbuat dari tepung terigu. 


Makanan yang mengandung kadar gluten yang tinggi dapat memperlambat proses metabolisme sehingga membuat rasa kenyang lebih lama. Tidak heran sangat disarankan bagi yang ingin menurunkan berat badan, makanan yang mengandung gluten dapat  sebagai makanan pengganti. Seperti roti gandum dan nasi merah. Artinya jika Anda menjalani gluten free diet, Anda harus menghindari makanan atau produk makanan dari gandum, tepung terigu, rye, barley, roti, mie, kue - kue yang terbuat dari tepung terigu.


Menurut Mayoclinic, gluten free diet diperuntukkan khusus bagi orang yang menderita Celiac Disease. Penderita Celiac disease memiliki respon tubuh yang peka terhadap beberapa jenis nutrien yang susah diserap oleh tubuh orang normal, khususnya sangat peka terhadap nutrien jenis gluten. Mereka memiliki masalah pada pencernaan yang disebabkan dari makan makanan yang mengandung gluten yang terdapat pada roti, pasta, kukis, adonan pizza dan makanan lain yang mengandung atau berbahan baku gandum, barley atau rye. Penderita celiac disease akan mengalami reaksi yang mempengaruhi imunitasnya apabila mengkonsumsi makanan yang mengandung gluten. Menyebabkan adanya iritasi pada usus kecil sehingga mengganggu kemampuannya menyerap zat gizi yang penting.


Penyebab penyakit Celiac Disease belum ditemukan secara pasti, kemungkinan besar dipengaruhi oleh gen dan ras tertentu (banyak ditemukan di ras Kaukasian) dan diturunkan dalam riwayat penyakit keluarga. Oleh karena itu Gluten Free Diet lebih populer di negara - negara Amerika dan Eropa karena termasuk ras Kaukasian.


Sebenarnya Gluten Free Diet dapat menjadi program diet penurunan berat badan, namun tidak ada keuntungannya karena untuk orang yang normal, tidak menderita Celiac Disease, makanan yang mengandung gluten seperti tepung terigu, gandung, barley dan rey memiliki nilai gizi yang kompleks yang dapat memenuhi kebutuhan gizi. Dengan kata lain, masih banyak diet yang baik dan aman yang dapat dijalani jika ingin menurunkan berat badan, salah satunya adalah Diet Rendah Lemak dengan gizi seimbang


 


Q: Apakah ada perbedaan kadar gluten antara sourdough bread (non dairy) dengan roti biasa?


A: Setelah saya mencari referensi mengenai sourdough bread (non dairy), roti tersebut tetap menggunakan tepung dari gandum atau tepung terigu sebagai bahan dasarnya. Jelas tepung terigu memiliki kandungan gluten, sama dengan roti biasa. 


Hanya saja sourdough bread lebih lembut dari roti biasa walaupun tanpa menggunakan susu, karena menggunakan ragi khusus dalam pembuatannya. Jika memiliki lactose intolerance (alergi susu sapi) mungkin sourdough bread (non dairy) dapat menjadi alternatif apabila ingin mengkonsumsi roti.


Jadi, antara sourdough bread dan  roti biasa tetap mengandung gluten dan tidak ada perbedaan, karena tepung yang digunakan adalah sama yaitu tepung terigu sebagai bahan dasarnya


 


Q: Sebelum lebih jauh ke Gluten Free Diet, aku mau tanya bagaimana kita bisa tahu kita sensitif akan protein gluten atau terkena celiac disease? Apakah ada tes laboratorium atau gejala yang jelas?


A: Kita dapat mengetahui celiac disease melalui gejala atau ciri - cirinya terlebih dahulu karena Pengidap Celiac disease memiliki respon tubuh yang peka terhadap makanan yang mengandung gluten. Ciri - cirinya antara lain terhadap masalah pencernaan, seperti perut mudah kembung, sakit perut, kemudian anemia, kelelahan hingga depresi. Untuk mengetahui apakah seseorang mengidap celiac disease lebih lanjut disarankan melalui tes labolatorium dan konsultasi ke dokter.


 


Q: Seputar Gluten Free Diet, saya mau tanya, gandum2an, apakah ada yang bisa dikonsumsi oleh orang yang disarankan harus gluten free. Keponakan saya suka sekali snack, dan di indonesia jarang ditemukan snack yang gluten free / harus ke supermarket besar baru ada. Bahan makanan apa saja yang bisa dikonsumsi? Atau ada bahan pengganti nya? Untuk gluten free diet, paling bagus itu harus bagaimana? karena saya masih awam, jadi pemahaman harus bagaimana, harus seperti apa, apa yang harus diketahui/ ditanyakan, semua masih belum jelas.


A: Gluten adalah jenis protein yang terdapat pada gandum, rye atau barley. Kalau di Indonesia kita lebih mengenalnya dengan gandum (Wheat) yang biasanya terdapat di gandum utuh, tepung terigu (protein sedang, protein tinggi), roti, mie, kue - kue yang terbuat dari tepung terigu. 


Makanan yang mengandung kadar gluten yang tinggi dapat memperlambat proses metabolisme sehingga membuat rasa kenyang lebih lama. Makanan yang mengandung gluten dapat dikonsumsi  sebagai makanan pengganti, seperti roti gandum dan nasi merah. Artinya jika Anda menjalani gluten free diet, Anda harus menghindari makanan atau produk makanan dari gandum, tepung terigu, rye, barley, roti, mie, kue - kue yang terbuat dari tepung terigu.


Bagi seseorang yang sedang menjalakan diet GF sebagai alternatif untuk tetap mengonsumsi snack, sebaiknya mengganti tepung terigu atau bahan makanan yang terbuat dari gandum, rye, barley dengan bahan makanan yang berasal dari umbi-umbian maupun kacang-kacangan. Saat ini sudah banyak tersedia tepung-tepungan yang terbuat dari umbi, buah maupun kacang-kacangan yang dapat diolah menjadi snack maupun makanan lainnya. Misalnya tepung singkong, tepung beras, tepung kacang hijau, dll


 


Q: Gluten itu biasanya terkandung di Mie Instan dan Jenis-Jenis Pasta (spaghetti, macaroni, dll) Nah,saya sering membaca berita akan berbahaya nya makan Mie Instan karena wujud mie Instan itu akan tetap utuh di perut selama beberapa hari (Tidak tercerna). Apakah hal tersebut juga terjadi pada pasta (spaghetti) yang handmade? (dibuat dari nol, yaitu dari tepung nya hingga berbentuk seperti Spaghetti). Jika ternyata sama berbahaya nya,  Masyarakat China yang konon katanya memakan Mie sebagai makanan pokoknya, kok sepertinya engga kenapa kenapa yah? Ditambah lagi saya punya teman yang tidak makan nasi, tetapi hanya makan mie instan atau roti setiap harinya. Dia sehat sehat saja, tidak ada keluhan sakit perut (yang seharusnya muncul karena penumpukan mie yang tidak tercerna) Melihat fakta kondisi teman saya seperti itu, saya menjadi bingung, sebenernya mie instan itu beneran engga bisa dicerna apa engga sih?


A: Semua makanan atau produk makanan yang mengandung gluten adalah termasuk karbohidrat kompleks. Semua makanan karbohidrat kompleks seperti beras merah, gandum, tepung terigu memiliki struktur molekulnya lebih kompleks sehingga karbohidrat kompleks membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna tubuh. Sehingga karbohidrat kompleks tepat bagi orang yang ingin menurunkan berat badan (jenis beras merah, roti gandum, oatmeal). Demikian sama halnya dengan mie instant, spaghetti dan pasta pasta yang lain yang terbuat dari tepung terigu atau tepung gandum mengandung gluten. 


Jika ditinjau dari segi kesehatan, mie instant (mie nya) sekarang telah difortifikasi oleh vitamin A, dan B kompleks, hal ini membantu pemerintah Indonesia untuk mencakupi program vitamin A diseluruh Indonesia sehingga vitamin A sampai hingga ke pelosok - pelosok negeri.


Yang menjadi kekhawatiran dalam mie instant adalah bumbunya yang mengandung Natrium tinggi. Seperti diketahui, natrium yang tinggi dapat menjadi pencetus peningkatan penyakit - penyakit tidak menular salah satunya adalah hipertensi. Jadi, berita bahwa mie instant tidak baik bukanlah sepenuhnya berita bohong  ataupun berita benar. 


Saran saya tetaplah makan makanan yang beraneka ragam, tidak hanya terus makan mie instant. Karena mie instant tidak dapat terus - terusan mencukupi kebutuhan nilai gizi kita sehari - hari. Karena tidak ada bahan makanan yang dapat mencukupi seluruhnya nilai gizi, dengan makan makanan yang beraneka ragam, maka nilai - nilai gizi yang ada di dalam bahan makanan saling melengkapi.

Kata Kunci: diet sehat tanpa bahan tepung
Bagikan ke teman Kamu

Gunakan voucher sebelum waktu habis 00 : 00
tutup