facebook

Catatan Diet Untuk Anak Obesitas

Senin, 18 April 2016 - 08:00:18 WIB
Diposting oleh : Berry
Catatan Diet Untuk Anak Obesitas

Berrykitchen.com > Tips > Tips > Catatan Diet Untuk Anak Obesitas

Beban ganda permasalahan gizi di Indonesia selain kekurangan gizi adalah kelebihan gizi. Kelebihan gizi atau obesitas merupakan salah satu masalah - masalah gizi yang ada di Indonesia. Jika diamati, permasalahan gizi yang ada pada anak biasanya memliki riwayat obesitas semenjak dia kecil. Anak dengan obesitas sebenarnya memiliki resiko yang besar pada penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, diabetes, kolesterol dan hipertensi. Untuk itu, orang dengan obesitas harus merubah perilakunya (perilaku makan dan perilaku hidup), hal yang menyebabkan terjadinya obesitas adalah selain perilaku makan adalah aktifitas fisik yang rendah.


Orang dengan obesitas harus menurunkan berat badannya secara perlahan - lahan dan tidak drastis. Karena apabila sangat drastis dapat menghentikan pertumbuhannya. Selain dibantu dengan diet, latihan fisik dapat dilakukan secara intensif untuk membakar lemak dalam tubuh sehingga menjadi energi dan pilihan gym sebagai latihan fisik sudah tepat namun harus selalu dilakukan secara intensif.


Saran untuk anak yang ingin menurunkan berat badan:



  1. Harus memiliki target berapa berat badan yang ingin dicapai, dengan begitu dia memiliki tujuan yang jelas. Contoh jika anak ingin menurunkan sebanyak 20 kg, buatlah target per minggu dan pantau perkembangannya dari minggu ke minggu. 

  2. Tanamkan niat yang dalam dan sungguh-sungguh di pikiran anak untuk merubah hidup menjadi hidup sehat. Karena penurunan berat badan harus dilakukan dengan komitmen tinggi dan niat yang lurus. Niat harus dari diri anak itu sendiri yang memberikan stimulasi untuk pikiran dan tubuhnya. Misalnya : Saya ingin menurunkan berat badan karena ingin terlihat ramping. Saya ingin menurunkan berat badan karena ingin sehat. Saya ingin menurunkan berat badan karena saya tidak ingin dipanggil gendut. Melakukan diet penurunan berat badan tidak akan ada harapan jika bukan anak tersebut yang membuatnya.

  3. Buatlah jurnal diet untuk anak, jurnal diet sekarang tidak perlu di tulis layaknya buku diary, anak atau ibu sang anak bisa share di media social, upload foto perubahan dan sehingga bisa menjadi semangat dan motivasi sendiri dan orang lain yang melihat perubahan anak. Jika perlu lakukan challenge, misalnya 30 hari weight loss.

  4. Support penuh dari Ibu atau orangtuanya keluarga, saudara, teman dan orang - orang yang mencintainya karena mereka juga motivasi besar untuk perubahannya. Hindari beban psikologisnya dengan mengatakan tubuhnya gemuk atau gendut. Pujilah jika dia berhasil mencapai target yang telah dibuatnya. Motivasi dalam menyediakan makanan yang sehat, rendah lemak, tinggi serat.

  5. Ketika target berat badan telah dicapai, beri apresiasi untuk anak, misalnya setelah 2 minggu terjadi perubahan, beri apresiasi (tidak dengan makanan) ajak ke salon untuk merawat tubuh dan creambath, nonton bioskop, pergi tamasya (namun tetap mengontrol pola makan) dll. 


Disarankan sebaiknya anak melakukan diet rendah lemak dan kalori gizi seimbang, dengan prinsip :



  1. Diet rendah lemak bukan berarti tidak mengkonsumsi semua jenis makanan yang memiliki kandungan lemak namun menghindari makanan yang mengandung tinggi lemak. Karena lemak tetap diperlukan oleh tubuh dalam bentuk lemak baik.

  2. Menurunkan berat badan teratur

  3. Mengurangi asupan energi namun vitamin dan nutrisi lain harus cukup

  4. Mengurangi asupan makanan yang mengandung lemak

  5. Cukup karbohidrat dan protein

Kata Kunci:
Bagikan ke teman Kamu