facebook

Cara Mengurangi Penggunaan Plastik

Rabu, 28 November 2018 - 14:58:31 WIB
Diposting oleh : Berry
Cara Mengurangi Penggunaan Plastik

Berrykitchen.com > Tips > Tips > Cara Mengurangi Penggunaan Plastik

Tahukah kamu, menurut studi yang dipublikasikan di journal Science tahun 2015, Indonesia adalah emitor sampah plastik di laut terbesar nomor dua di dunia setelah Tiongkok? Hal ini sangat mencemaskan karena sampah plastik sulit terurai, sehingga akan terus menumpuk dan membahayakan lingkungan.

 

Mungkin kamu berpikir bahwa semua jenis plastik dapat didaur ulang. Kenyataannya, tidak semua jenis plastik dapat didaur ulang. Selain itu, tidak semua jenis plastik yang dapat didaur ulang sudah didaur ulang. Dari rentang tahun 1950-an sampai 2018, diperkirakan 6,3 miliar ton plastik sudah diproduksi di seluruh dunia. Namun, hanya 9%-nya yang didaur ulang dan 12%-nya dibakar.

 

Lebih dari 1 juta plastik digunakan tiap menit. Setengahnya adalah plastik sekali pakai yang langsung berakhir di tong sampah. Hanya sekitar 5% yang dapat didaur ulang. Menurut blog Sustaination.id, sampah plastik ini bisa mengelilingi bumi sampai 4 kali jika disusun!

 

Melihat fakta ini, kita harus segera mengambil tindakan nyata sebelum lautan – dan daratan – di dunia benar-benar dipenuhi sampah plastik. Ini beberapa hal yang bisa kita lakukan:

 

5R

Minimalisasi sampah yang terbuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) dengan melakukan 5R sesuai urutan prioritas berikut ini:

  1. Refuse atau menolak plastik sekali pakai seperti kantong belanja, sedotan, makanan dan minuman kemasan, dan sebagainya. Gunakan alternatif kantong, sedotan, serta tempat makan dan minum yang bisa digunakan berulang kali.
  2. Reduce atau mengurangi penggunaan plastik yang sebenarnya tidak perlu
  3. Reuse/repurpose atau menggunakan kembali plastik yang kita punya sampai benar-benar rusak dan tidak bisa dipakai
  4. Recycle atau daur ulang plastik yang tidak bisa kita tolak dan tidak bisa kita gunakan kembali. Sampah plastik bisa dibuat menjadi ecobrick atau ‘bata’ yang terbuat dari botol plastik yang diisi dengan sampah plastik hingga padat. Ecobrick adalah upaya penyelamatan terakhir agar plastik tidak masuk TPA setelah semua langkah tadi dilakukan.
  5. Rot atau mengompos. Poin ini khusus untuk sampah organik.

 

Hal Kecil yang Bisa Kamu Lakukan untuk Mengurangi Plastik

Sebagai informasi, permintaan plastik domestik Indonesia sebesar 4,3 juta ton per tahun dan diperkirakan akan terus naik. Sebanyak 67% atau 2,8 juta ton per tahun dari angka tersebut diperuntukkan bagi produk kemasan, baik untuk makanan dan minuman, obat-obatan, maupun kosmetik.

 

Tak perlu bingung harus memulai dari mana jika ingin mengurangi konsumsi plastik. Coba terapkan hal ini sehari-hari:

 

1. Tolak sedotan plastik

Penggunaan sedotan plastik di Indonesia mencapai 93 juta batang per hari. Ini setara jarak Jakarta ke Meksiko, lo!

 

Kalau dipikir-pikir, menggunakan sedotan sebenarnya tidak terlalu perlu, lo. Kamu bisa menyesap minuman langsung dari botol atau gelasnya. Tapi, kalau kamu tetap mau menggunakan sedotan, gunakan sedotan berbahan bambu, stainless steel, silikon, atau kaca yang bisa digunakan berkali-kali. Untuk membersihkannya, kamu bisa menggunakan sikat khusus sedotan.

 

2. Tolak plastik kresek

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia menyatakan, dalam satu tahun, produksi sampah kantong plastik di Indonesia dapat mencapai 10,95 juta lembar atau setara dengan 60 kali luas lapangan bola. Wow!

 

Tolak plastik kresek saat membeli sesuatu dan selalu bawa wadah dan tas belanjamu sendiri, ya. Bahan tasnya bisa berupa kain, karton, poliester, atau apapun yang kamu punya.

 

3. Bawa botol minum

Kamu lebih suka membeli air minum dalam kemasan karena lebih praktis dan harganya murah? Coba bayangkan jika air kemasan dijual dengan harga Rp 50.000 per botol karena ada biaya lingkungan dan daur ulang. Tentu kamu akan memilih bawa botol minum sendiri, kan?

 

Faktanya, kurang dari 50% botol yang berhasil didaur ulang. Selain itu, hanya sekitar 7% yang bisa dijadikan botol baru, tentu dengan proses daur ulang yang banyak memakan energi.

 

Karena itu, bawalah botol minummu ke mana-mana. Kamu yang suka kopi juga bisa membawa gelas kopi yang bisa dipakai berulang kali untuk diisikan minuman di kedai kopi favoritmu.

 

4. Bawa kotak makan

Selain membawa botol minum, tas belanja, dan sedotan reusable (jika mau), kamu juga perlu membawa kotak makan saat bepergian. Wadah makanan ini bisa digunakan untuk menyimpan sisa makanan dari restoran atau menjadi wadah jajanan tanpa harus meninggalkan sampah.

 

Bulatkan Tekad

Untuk memulai gaya hidup minim sampah, kamu harus berani bertanya dan menyatakan keinginanmu dengan jelas sebelum berbelanja. Misalnya, “Tolong enggak pakai sedotan, ya, Mbak.”, “Boleh pakai kotak makan (atau botol minum) sendiri?”, atau “Enggak usah pakai plastik, masukkan ke sini (tas belanja) saja, ya, Mas,”

 

Kadang niat baik kita tidak selalu berbuah seperti harapan. Tidak apa-apa, bisa jadi si pelayan hanya menjalankan tugas atau kurang paham tentang isu lingkungan. Yang penting kamu sudah mencoba dan bertanya dengan sopan. Jangan menyerah karena berpikir tentang kesempurnaan. Sebab, setiap langkah kecil sangat berarti.

 

Di tengah masyarakat yang masih banyak menggunakan plastik, kamu mungkin takut dicap aneh. Tapi, teruslah mencoba demi bumi yang lebih baik. Butuh waktu minimal 21 hari untuk menjadikan sesuatu sebagai kebiasaan baru.

 

Jangan pula bersikap buruk terhadap orang-orang yang masih menggunakan plastik atau sekadar ikut-ikutan tren zero waste. Setiap orang punya kecepatannya sendiri. Jadi, tetap semangat, ya, demi lingkungan!

 

Sumber: sustaination.id/blog

Foto: Earth Bottles

 

Kata Kunci: Cara Mengurangi Penggunaan Plastik
Bagikan ke teman Kamu

Gunakan voucher sebelum waktu habis 00 : 00
tutup