facebook

Cara Mengatasi Penyakit di Bulan Puasa

Senin, 20 June 2016 - 08:41:24 WIB
Diposting oleh : Berry
Cara Mengatasi Penyakit di Bulan Puasa

Berrykitchen.com > Tips > Tips > Cara Mengatasi Penyakit di Bulan Puasa

Hai Berrykitcheners! Kamis lalu ada ask nutritionist yang membahas cara mengatasi penyakit di bulan puasa. Sebagian kita tentunya memiliki permasalahan untuk urusan perut. Apalagi saat menjalani bulan puasa terkadang muncul. Atau bahkan ada penyakit datang ketika sedang berpuasa dikarenakan cuaca dan lainnya. Semua pertanyaan sudah kami pilih dan sajikan untuk kamu yang tidak sempat ikutan. Yuk disimak!


 


Q: Kenapa pada saat berpuasa tepatnya dari siang sampai sore menjelang buka puasa perut (ulu hati) saya terasa ngeganjel, bernafas agak susah, mual, enek, sampai pusing dikepala bahkan tidak kuat dengan dinginnya AC kantor dan kipas angin. Ini sudah berlangsung sejak awal puasa sampai dengan sekarang


A: Mendengar dari gejala yang diceritakan, sepertinya itu adalah gejala maag.


Berpuasa bagi orang yang memiliki maag tentu dapat disiasati. Pengosongan lambung dalam waktu 14 jam artinya tidak ada makanan yang dapat dicerna oleh saluran pencernaan, sehingga asam lambung memiliki gangguan dan bagi orang yang menderita penyakit maag. Bagi orang yang memiliki penyakit maag, ketika sahur pilihlah makanan yang mengandung serat tinggi, karena serat dapat menahan air, sehingga pengosongan lambung berjalan dengan lambat, perbanyak konsumsi sayur dan buah - buahan, sayuran yang berkuah seperti sop sayuran, sayuran bening, jus buah (pilih buah yang banyak mengandung air dan berasa manis, tidak asam), kurangi makanan yang bersantan, goreng - gorengan. 


Kombinasikan dengan karbohidrat kompleks (nasi merah, serealia)  untuk menjaga kecukupan kadar glukosa dalam tubuh. Dan yang penting, jangan menunda waktu berbuka puasa. 


 


Q: Saya sudah 2 minggu (dari sebelum hingga saat ini berpuasa) sedang mengalami gangguan flu berat dan radang tenggorokan yang nanti tiba-tiba hilang lalu muncul lagi. Kira-kira nutrisi makanan dan minuman yang seperti apa ya yang dapat menyembuhkan/mencegah/menjaga kesehatan saya selama berpuasa?


A: Untuk radang tenggorokkan sebaiknya menghindari makanan yang banyak mengandung minyak seperti gorengan, makanan bersantan, sdh hal biasa di Indonesia ketika berbuka puasa menyantap gorengan. Padahal sebagian besar energi gorengan berasal dari lemak. 1 gram lemak akan menghasilkan energi lebih besar dibanding makanan yang mengandung Karbohidrat, namun butuh waktu untuk bisa dipecah menjadi energi tubuh sehingga hal ini memberatkan kerja saluran pencernaan, disamping itu, makanan yang berminyak banyak membuat tenggorokan menjadi radang apalagi jika gorengan tersebut berasal dari jajanan luar maka ada lemak trans dan timbalnya.


Disamping itu, jika Anda sedang mengalami influenza ketika sedang flu, perbanyaklah mengkonsumsi makanan yang mengandung sumber vitamin C seperti buah jeruk, kiwi, strawberry (buah - buahan yang berasa asam), wortel, tomat. Karena vitamin C membantu menjaga daya tahan tubuh, Hindari berbuka puasa dan makan sahur dengan minum - minuman yang dingin, pilihlah makanan yang berkuah dan hangat, seperti sup sayuran, sup ayam, sup jagung.  


Disamping itu untuk pencegahan dan pengendalian influenza, diantaranya adalah :



  1. Menjaga kebersihan tangan, mencuci tangan dengan air dan sabun dan menggunakan cairan antiseptik setelah mencuci tangan

  2. Usahakan tidak kontak dengan orang yang sedang sakit, dalam hal ini sakit infeksi seperti batuk pilek, influenza karena mencegah penularannya

  3. Apabila ibu batuk atau bersin, usahakan menggunakan masker mulut, untuk mengendalikan sumber infeksi.

  4. Konsultasikan dengan dokter mengenai ketersediaan obat mencegah flu sebagai langkah mencegah penyebaran dan mengobati penyakit.

  5. Perbanyak minum air putih hangat 2 L atau 8 gelas pada waktu berbuka dan makan sahur

  6. Hangatkan tubuh ketika bekerja, dengan menggunakan jaket, sweater 

  7. Istirahat yang cukup, Di bulan Ramadhan, selain berpuasa dan beribadah, istirahat yang cukup penting dilakukan, hindari pekerjaan yang terlalu padat atau membutuhkan konsentrasi yang tinggi sehingga waktu beristirahat kurang.


 


Q: Apakah ada acara atau makanan spesifik yg bisa membantu preventif radang tenggorokan? Kadang setelah sembuh dari radang bisa diikuit dengan batuk. Atau sebaliknya, batuk dulu kemudian radang. Saya sudah berusaha olahraga (seperti warming up) minimal 10 menit sehari, mengkonsumsi green tea, apple, madu, papaya, vit C dan Vit B secara rutin. Tidak lupa sehari saya mengkonsumsi air hangat 2-3 Lt sehari. Namun, katakana begitu saya kelelahan sedikit/ stress/ ada yg batuk di sekitar saya, saya cukup mudah untuk tertular. Apakah ada saran untuk makanan/ supplemen yg kiranya bisa membantu?


A: Sebelumnya apakah Ibu sudah pernah berkonsultasi dengan dokter mengenai gejala yang ibu alami dan dikatakan oleh dokter bahwa ibu mengalami ISPA?


ISPA adalah Infeksi Pernafasan Akut, menurut pedoman interim WHO mengenai ISPA, banyak gejala ISPA merupakan gejala nonspesifik dan pemeriksaan diagnosis cepat tidak selalu dapat dilakukan, penyebabnya sering tidak langsung diketahui. Jadi perlu pemeriksaan klinis dari dokter dan uji laboratorium yang dapat menegakkan diagnosis.


ISPA berbeda dengan penyakit influenza manusia, Influenza adalah  Infeksi virus akut menular, umumnya terjadi pada penyakit epidemi musiman (influenza musiman) atau penyakit pandemi langka (influenza pandemik), yang ditandai oleh radang saluran pernapasan dan biasanya ditunjukkan oleh terjadinya demam mendadak, menggigil, nyeri otot, keletihan luar biasa, nyeri tenggorok, dan batuk.


Apabila ibu memiliki ISPA dan sering kambuh tentu bukan hanya dari makanan yang dapat menjadi langkah pencegahan, karena terjadinya ISPA itu bervariasi dan penyebaran penyakitnya saling berkaitan, diantaranya :



  1. Patogen yang paling sering menyebabkan ISPA adalah virus, atau infeksi gabungan virus-bakteri. Bakteri Streptococcus pneumoniae di banyak negara merupakan penyebab paling umum pneumonia. Bakteri dan virus ada di dalam udara, atau dapat ditularkan melalui orang yang terkena infeksi sebelumnya. Jadi jika cerita ibu kalau ada orang yang batuk disekitar ibu dan kondisi ibu drop setelah itu tandanya banyak bakteri dan virus yang dapat ditularkan sehingga kondisi tubuh menjadi drop.

  2. Kondisi lingkungan (misalnya, polutan udara, kepadatan anggota keluarga), kelembaban, kebersihan, musim, temperatur

  3. Faktor pejamu, seperti usia, kebiasaan merokok, kemampuan pejamu menularkan infeksi, status kekebalan tubuh, status gizi, adanya riwayat infeksi di keluarga atau lingkungan sekitar.


Cara pencegahan dan pengendaliannya adalah :



  1. Menjaga kebersihan tangan, mencuci tangan dengan air dan sabun dan menggunakan cairan antiseptik setelah mencuci tangan

  2. Usahakan tidak kontak dengan orang yang sedang sakit, dalam hal ini sakit infeksi seperti batuk pilek, influenza karena mencegah penularannya

  3. Apabila ibu batuk, usahakan menggunakan masker mulut, untuk mengendalikan sumber infeksi

  4. Konsultasikan dengan dokter mengenai ketersediaan vaksin sebagai langkah mencegah penyebaran dan mengobati penyakit.

Kata Kunci:
Bagikan ke teman Kamu

Gunakan voucher sebelum waktu habis 00 : 00
tutup