facebook

7 Mitos Mengenai Makanan

Senin, 01 February 2016 - 02:15:05 WIB
Diposting oleh : Berry
7 Mitos Mengenai Makanan

Berrykitchen.com > Tips > Tips > 7 Mitos Mengenai Makanan

Hai Berrykitcheners! Terima kasih untuk partisipasi dalam ask nutritionist yang mengangkat tema soal mitos makanan. Seperti biasa, kami sudah memilih dan merangkumnya. Kali ini, kami mengambil 7 mitos mengenai makanan. mitos yang sudah kamu tanyakan sudah kami jawab. Untuk yang belum sempat tanya-tanya ke ahli nutrisi kami kamis kemarin, yuk di simak!

Q : Apakah betul diet mayo efektif dan tidak berbahaya? Apakah ini menyimpulkan bahwa konsumsi garam dapat menambah berat badan secra signifikan?

A : Diet mayo adalah tren diet penurunan berat badan yang cukup terkenal sekarang. Diet ini harus dilakukan selama 13 hari dengan pola makan yang telah ditetapkan dan diperkirakan mampu menurunkan berat badan hingga 6 - 8 kg. Dalam diet ini sangat menghindari asupan garam karena ingin mengeluarkan air di dalam tubuh, keseimbangan air di dalam tubuh diikat oleh beberapa elektrolit salah satunya Natrium (Natrium adalah unsur yang terdapat didalam garam). Natrium sendiri amat diperlukan oleh tubuh untuk menjaga keseimbangan, jika terlalu lama tidak mengkonsumsi Natrium akan berdampak pada kehilangan banyak cairan. Oleh karena itu, diet mayo hanya dijalankan selama 2 minggu dan tidak lebih dengan periode 1 tahun sekali.

Yang dapat menaikkan berat badan bukan garam melainkan sumber karbohidrat dan lemak (minyak, margarin, gorengan) oleh karena itu dalam diet mayo, asupan karbohidrat dibatasi dan tidak ada bahan makanan yang diproses dengan minyak, lebih banyak direbus, dikukus atau mentah.

Berbahaya atau tidaknya diet mayo ditentukan oleh hasil uji laboratorium, apakah orang yang akan menjalankan diet tersebut tidak menderita kekurangan gizi dan cairan. Orang yang kekurangan zat gizi dan cairan tentu tidak dapat melakukan diet ini. Namun dalam banyak laporan diet ini nampak berhasil bagi orang normal dan sehat.

Q : Betulkah jika orang yang mengkonsumsi telur ayam berlebihan akan Bisulan dan Jerawatan?

A : Telur adalah bahan makanan dengan sumber protein. Apabila terlalu banyak makan makanan yang mengandung tinggi protein, di dalam tubuh kelebihan protein akan diubah menjadi lemak kemudian baru disimpan di dalam jaringan lemak. Disinilah kunci dari bahaya kelebihan protein. Semakin banyak protein yang diubah menjadi lemak artinya cadangan lemak dalam tubuh semakin bertambah, dan itu berarti risiko penyakit akibat lemak akan berdatangan, mulai dari kolesterol tinggi hingga penyakit jantung (jangka panjang). Namun belum ada penelitian lebih lanjut mengenai hubungan makan protein dengan menyebab terjadinya bisul. Jika kita perhatikan, orang yang alergi makan telur gejalanya adalah timbul kemerahan, mual, gatal - gatal. Bisul dan jerawat adalah infeksi kulit akibat hidup kurang hygiene dan aktivitas mikroba dari bakteri dan gangguan hormonal (untuk jerawat) bukan karena mengkonsumsi telur. Jadi ini adalah mitos

Q : Apakah makan kangkung dapat menimbulkan kantuk?

A : Belum ada uji klinis mengenai kangkung yang dapat menyebabkan kantuk, namun kangkung memiliki kandungan Vitamin A, Zat Besi dan kalium. Kalium dapat berfungsi untuk menenangkan syaraf oleh karena itu kalium berkhasiat juga sebagai obat tidur. Selain itu yang dapat menyebabkan kantuk adalah akibat dari makan makanan yang mengandung indeks glikemik yang tinggi yang akan menyebabkan gula darah meningkat cepat sehingga tubuh merespon untuk meningkatkan produksi beberapa zat pengatur. Hal itulah yang justru menyebabkan kita menjadi mengantuk setelah mengkonsumsi makanan tinggi glikemiks.

Q : Apakah makan sayur putih bisa bikin keputihan?

A : Keputihan pada wanita adalah normal karena adanya aktivitas bakteri dalam organ reproduksi namun hal ini akan mengganggu apabila tidak normal. Keputihan terjadi akibat adanya gangguan hormon, pertanda suatu penyakit, kurang menjaga hygiene dan sanitasi yang kurang terawat kebersihannya, bukan dari mengkonsumsi sayuran putih.

Q : jika kena tipes, katanya harus makan bubur yg disaring untuk mempermudah usus. Tapi kalau tidak ada nutrisi hanya bubur saja katanya juga tidak bisa cepat sembuh untuk perbaikan jaringan usus nya. Bisa dibantu untuk pantangan dan apa yang seharusnya dibuat sebagai menu pagi hingga malam? Benarkah katanya cacing tumbuk (sepeti brand VERMINT) bisa membantu penyembuhan?

A : Untuk terapi Diet Pasien Typus adalah dengan diet lunak (makanan lunak). Makanan lunak adalah makanan yang memiliki tekstur lunak, mudah dikunyah dan mudah ditelan, sehingga tidak memberatkan kerja saluran pencernaan dan mudah diserap oleh tubuh. Makanan diet ini harus cukup gizi, sehingga salah apabila hanya bubur saja. Dan betul kata Anda, orang yang sakit justru harus cukup gizi untuk meningkatkan dan memperbaiki status gizi pasca sakit.

Syarat - syarat diet lunak yaitu cukup energi, protein, dan zat gizi lain (vitamin dan mineral). Makanan dapat diberikan dalam bentuk cincang atau lunak, Makanan yang mudah cerna, rendah serat, dan tidak mengandung bumbu yang tajam, dan melihat dari kondisi pasien (apakah pasien kesulitan menelan, jika kesulitan menelan biasanya diberi bubur, namun jika sudah bisa menelan maka daat diberi nasi tim/nasi lunak/nasi lembek)

Contoh menu diet lunak :

Sarapan :

- Bubur Nasi

- Telur Rebus

- Susu/ Jus Buah

Snack Pagi :

- Sari Kacang Hijau

Makan Siang :

- Bubur Nasi/Nasi Tim (melihat dari kondisi pasien)

- Semur Daging Cincang

- Pepes Tahu Bb Kuning

- Sup Buncis Wortel (potongan kecil)

- Jus Melon

Snack Sore :

- Pudding

Makan Malam :

- Bubur/ Nasi Tim

- Rolade Ayam Cincang

- Sup Tofu & Labu Siam

- Jus/ Sari Jeruk

Catatan :

- Pastikan banyak minum air putih.

- Tirah baring (istirahat total).

- Minum obat yang dianjurkan dokter secara teratur.

- Selalu jaga kebersihan, Makan makanan dan minuman yang sudah pasti matang, lindungi makanan dari lalat, semut, kecoa ataupun hewan peliharaan, cucilah tangan dengan air dan sabun sebelum dan setelah beraktivitas, hindari jajanan yang kurang bersih

Q : Betulkah mitos kalau makan manggis tidak boleh dilanjutkan dengan makan makanan manis? Ataupun mitos sehabis makan durian tidak boleh makan manggis?

A : Keduanya adalah mitos belaka, namun lebih baik dihindari terutama orang yang menderita Diabetes, karena makan makanan manis akan meningkatkan kadar gula dalam darah.

Mitos mengenai sehabis makan durian tidak boleh makan manggis tidak ada penelitiannya, namun buah durian memang buah yang tidak boleh dikonsumsi berlebihan, beberapa orang memantang makan buah durian karena alasan kesehatan.

Q : Apakah benar kalau jus buah sebaiknya tidak diminum setelah makan atau sebagai pendamping kita saat santap makan?

A : Buah dalam bentuk jus (tanpa penambahan gula) atau buah dalam bentuk utuh (tidak di jus) akan terasa maksimal penyerapan manfaat zat gizinya jika dikonsumsi 20 menit sebelum makan, namun beberapa pakar gizi dan kesehatan yang menyarankan makan buah 30 menit setelah makan untuk memastikan bahwa makanan yang sebelumnya sudah dicerna dengan baik oleh tubuh sebelum buah masuk ke dalam tubuh. Dalam Jurnal Kesehatan Universitas Surabaya, berdasarkan penelitian, jus jambu merah dapat memberikan efek menurunkan kadar LDL darah (kolesterol jahat) pada penderita Dislipidemia, pemberian jus tersebut diberikan sebelum makan dan diberikan 3 kali dalam sehari. Artinya, makan buah yang baik harus ada jeda waktunya dari makan makanan utama. Sehingga penyerapan dari kandungan gizi buah dapat maksimal.

Nah, itulah mitos-mitos yang sempat menjadi pertanyaan. Semoga jawaban yang kami berikan bisa membantu ya. Have a nice day, Berrykitcheners!

Kata Kunci:
Bagikan ke teman Kamu

Gunakan voucher sebelum waktu habis 00 : 00
tutup