facebook

4 Tahap Mengatasi Obesitas

Kamis, 17 January 2019 - 22:21:07 WIB
Diposting oleh : Berry
4 Tahap Mengatasi Obesitas

Berrykitchen.com > Tips > Tips > 4 Tahap Mengatasi Obesitas

Coba kamu hitung berat badanmu dalam kilogram, lalu bagi dengan tinggi badanmu dalam meter yang dikuadratkan. Jika hasilnya 30 atau lebih, artinya kamu tergolong obesitas.

 

Obesitas bukan sekadar masalah penampilan, tapi juga kesehatan karena bisa memicu timbulnya penyakit serius. Kalau kamu terlanjur obesitas, ini langkah-langkah yang bisa kamu jalankan sesuai urutannya:

 

1. Diet

Salah satu penyebab obesitas adalah ketika kalori yang masuk lebih banyak daripada kalori yang keluar. Ada banyak cara menurunkan berat badan melalui makanan, di antaranya:

  • Mengurangi asupan kalori
  • Mengonsumsi makanan yang memiliki densitas energi rendah (makanan yang porsinya besar namun kalorinya rendah)
  • Memilih makanan yang lebih sehat. Misalnya, mengganti camilan yang banyak mengandung bahan aditif dengan buah segar
  • Membatasi jenis makanan tertentu. Untuk menurunkan berat badan, biasanya ada empat jenis diet, yakni rendah lemak, lemak karbohidrat, rendah kalori, dan sangat rendah kalori.
  • Memasak makanan sendiri. Sebab, ketika makan di luar, kita sulit mengontrol apa yang masuk ke tubuh kita
  • Membuat tujuan diet yang realistis. Penurunan berat badan yang perlahan dan stabil dalam jangka panjang lebih aman dan merupakan cara terbaik untuk mengatasi obesitas secara permanen.

 

2. Olahraga

Untuk menurunkan berat badan, kalori yang kamu konsumsi harus lebih sedikit daripada kalori yang dibakar. Karena itu, olahraga sama pentingnya dengan diet.

 

Olahraga yang menggerakkan kaki paling efektif untuk mengurangi lemak tubuh karena otot kaki berukuran besar. Ini beberapa kegiatan dengan intensitas sedang yang bisa kamu terapkan sehari-hari agar tubuh lebih banyak menggunakan lemak sebagai bahan bakar:

  • Berjalan cepat. Gunakan pedometer atau alat penghitung langkah agar kamu lebih bersemangat. Bisa juga sambil mengajak hewan peliharaan jalan-jalan.
  • Lari
  • Berenang
  • Bersepeda
  • Menari
  • Gunakan tangga daripada lift
  • Turun dari bus atau kereta satu pemberhentian sebelum tujuan, lalu lanjutkan berjalan kaki
  • Parkir agak jauh dari pintu masuk
  • Melakukan pekerjaan rumah tangga

 

Diet sendiri atau olahraga sendiri memang bisa menurunkan berat badan. Namun, jika keduanya dikombinasikan, penurunan berat badan akan lebih banyak. Apalagi jika olahraganya semakin intens.

 

3. Obat

Jika diet dan olahraga tidak cukup, dokter kemungkinan akan memberikan obat. Terutama jika kamu memiliki BMI 30 atau lebih, atau BMI-mu di atas 27 dan kamu memiliki komplikasi medis terkait obesitas seperti diabetes, sleep apnea (gangguan tidur serius), atau tekanan darah tinggi.

 

Beberapa jenis obat untuk menurunkan berat badan yang biasa diresepkan adalah orlistat, lorcaserin, phentermine dan topiramate, buproprion dan naltrexone, sibutramine, diethylpropion, fluoxetine, serta liraglutide. Sebelumnya, dokter akan melihat riwayat kesehatanmu dan masalah medis lain yang dapat bertentangan dengan obat-obatan tadi.

 

Jika kamu diresepkan obat-obatan tadi, jangan lupa tanyakan efek sampingnya serta jaminan keamanan dan efektivitasnya, ya.

 

4. Operasi

Operasi penurunan berat badan atau operasi bariatrik adalah cara mengatasi obesitas dengan menghilangkan atau mengubah bagian dari lambung atau usus kecil melalui bedah. Jadi, pasien obesitas tidak mengonsumsi makanan atau menyerap kalori sebanyak sebelumnya.

 

Operasi bariatrik merupakan cara mengatasi obesitas yang paling efektif. Penurunan berat badan terjadi dalam jangka panjang, bahkan juga mengurangi tingkat kematian secara menyeluruh. Sebab, tindakan bedah ini juga dapat mengurangi risiko tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, kanker, dan penyakit kardiovaskular.

 

Meski demikian, operasi ini tetap memiliki potensi komplikasi. Karena itu, operasi bariatrik hanya disarankan jika pasien memiliki kriteria sebagai berikut:

  • BMI 40 atau lebih, BMI 35-40 dan memiliki kondisi kesehatan serius yang bisa diatasi dengan penurunan berat badan, atau kelebihan berat badan 45 kilogram dari bobot yang disarankan untuk usia dan tinggi badanmu
  • Sudah mencoba diet, olahraga, dan obat-obatan tapi penurunan berat badan yang cukup belum juga diraih. Dalam kasus yang langka, operasi bisa langsung dianjurkan (tanpa diet, olahraga, dan obat terlebih dulu) jika BMI seseorang mencapai 50 atau lebih.
  • Berkomitmen untuk melanjutkan treatment dalam jangka panjang, termasuk mematuhi aturan diet, olahraga, dan obat-obatan

 

Ada dua prinsip penurunan berat badan dengan bedah, yakni:

 

  1. Mengurangi volume lambung sehingga pasien lebih cepat kenyang
    • Gastric band: lambung dipasangi semacam pita yang bisa dikencangkan sehingga lambung terbagi menjadi dua kantung yang terhubung dengan kanal kecil.
    • Gastric sleeve: sebagian lambung dipotong vertikal sehingga penampung makanan dalam tubuh jadi lebih kecil.

 

  1. Mengurangi panjang usus yang berkontak dengan makanan sehingga langsung mengurangi penyerapan
    • Roux-en-Y gastric bypass: dokter membuat kantung kecil dengan memotong bagian atas lambung, lalu langsung menyambungkannya dengan jejunum (bagian kedua usus kecil). Jadi, makanan langsung menuju jejunum tanpa melewati sebagian besar lambung dan duodenum (bagian pertama usus kecil).
    • Biliopancreatic diversion with duodenal switch: di metode ini, lambung dipotong vertikal dan langsung disambungkan dengan ileum (bagian ketiga atau terakhir usus kecil), sehingga makanan dapat memotong jalan menuju usus besar tanpa perlu melewati sebagian besar usus kecil.

 

Beberapa prosedur dapat dilakukan menggunakan laparoskopi (bukan operasi besar). Perlu diketahui bahwa gastric band dapat dicabut, namun operasi pemendekan usus bersifat permanen.

 

Metode gastric sleeve tak serumit gastric bypass dan duodenal switch, namun gastric bypass memberikan hasil terbaik. Bagaimanapun juga, karena pada gastric bypass tubuh tak dapat menyerap gizi sebanyak biasanya, kamu berisiko lebih tinggi mengalami defisiensi vitamin dan mineral.

 

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Yuk, mulai hidup sehat sekarang juga agar terhindar dari obesitas!

 

Foto: https://cdn1.medicalnewstoday.com

 

Kata Kunci: 4 Tahap Mengatasi Obesitas
Bagikan ke teman Kamu

Gunakan voucher sebelum waktu habis 00 : 00
tutup