facebook

White Day, Valentine, dan Black Day

Jumat, 08 March 2019 - 05:03:08 WIB
Diposting oleh : Berry
White Day, Valentine, dan Black Day

Berrykitchen.com > Tips > Lifestyle > White Day, Valentine, dan Black Day

Bulan lalu, sebagian orang merayakan Hari Valentine. Di tanggal yang sama di bulan ini, ada yang disebut White Day. Selain itu juga ada Black Day yang dirayakan setiap tanggal 14 April. Apa bedanya, sih, hari-hari tersebut?

 

Banyak orang familiar dengan Valentine’s Day, tapi belum pernah mendengar soal White Day. Wajar saja, sebab hari yang jatuh pada 14 Maret ini paling populer di Jepang serta juga dirayakan di Korea Selatan, Vietnam, Taiwan, Hong Kong, Malaysia, dan Tiongkok.

 

Di negara-negara Barat dan juga di Indonesia, Hari Valentine adalah waktunya pasangan saling mengungkapkan kasih sayang. Bisa dengan menghadiahi cokelat, bunga, kado, kartu ucapan, atau berkencan.

 

Namun, di negara-negara yang merayakan White Day, Valentine’s Day adalah waktunya perempuan memberikan cokelat ke laki-laki sebagai tanda cinta atau hormat. Hanya cokelat saja, tanpa bunga, makan malam bersama, atau bertukar kado. Tak heran, sekitar setengah penjualan cokelat di Jepang dalam setahun terjadi di Hari Valentine.

 

Sebulan kemudian, giliran para pria yang mengirimkan cokelat kepada wanita. Hari ini disebut White Day. White Day pertama kali dirayakan sebagai ‘hari pembalasan Valentine’s Day’ pada tahun 1978 di Jepang. Penggagasnya adalah National Confectionery Industry Association.

 

Warna putih dipilih karena dianggap melambangkan cinta remaja yang suci dan manis seperti gula. Awalnya, White Day disebut ai ni kotaeru White Day (balas cinta saat White Day).

 

White Day diciptakan dengan dasar bahwa pria harus membalas para wanita yang memberi mereka cokelat saat Hari Valentine. White chocolate pun mulai dipasarkan sebagai produk khas White Day.

 

Sebenarnya pada tahun 1977, sebuah perusahaan permen di Jepang menciptakan Marshmallow Day pada 14 Maret untuk memasarkan marshmallow kepada laki-laki. Namun, inisiatif ini gagal menjadi fenomena budaya dan digantikan dengan White Day yang populer hingga sekarang.

 

Tradisi White Day di Negara Lain

Di Taiwan, tradisi White Day terbalik dengan di Jepang. Jadi, saat Valentine pada 14 Februari, laki-laki yang memberikan cokelat kepada perempuan. Wanita membalasnya pada 14 Maret.

 

Berbeda lagi dengan di Tiongkok. Karena Hari Valentine berdekatan dengan perayaan Tahun Baru Imlek, dibuatlah Qixi Festival yang sering disebut Valentine’s Day-nya orang Tionghoa. Qixi digelar pada hari ketujuh di bulan ketujuh dalam penanggalan Tiongkok.

 

Black Day

Setelah Hari Valentine pada 14 Februari dan White Day pada 14 Maret, ada Black Day pada 14 April. Hari ini dirayakan oleh orang-orang yang tidak menerima cokelat saat Valentine dan White Day di Korea Selatan, alias jomblo.

 

Para lajang biasanya mengeluhkan kisah cinta mereka sembari menyantap jajangmyeon, mi Korea dengan saus black bean, dan mengenakan baju hitam. Di tanggal ini biasanya ada acara perjodohan seperti speed dating, kontes makan jajangmyeon, dan diskon dari para pebisnis yang memanfaatkan momen.

 

Nah, sekarang sudah tahu, kan, bedanya Valentine’s Day, White Day, dan Black Day?

 

Foto: takaski.com

 

Kata Kunci: White Day, Valentine, dan Black Day
Bagikan ke teman Kamu

Gunakan voucher sebelum waktu habis 00 : 00
tutup