facebook

Uniknya Budaya Peranakan

Kamis, 09 February 2017 - 16:50:39 WIB
Diposting oleh : Berry
Uniknya Budaya Peranakan

Berrykitchen.com > Tips > Lifestyle > Uniknya Budaya Peranakan

Hai Berrykitcheners! Berabad lamanya kedatangan bangsa Tionghoa ke Indonesia tentu melahirkan generasi percampuran antara Tionghoa dan penduduk Indonesia. Tidak hanya saling menjaga dan terus mengembangkan hubungan kenegaraaan, percampuran tersebut telah berhasil meleburkan kedua etnis menjadi produk budaya yang unik dan menawan. Apa saja produk akulturasi Tionghoa dan Indonesia? Yuk simak!

 

1. Wayang China

;oijoil

 

Jika biasa wayang identik dengan budaya Jawa, maka kali ini kamu wajib tahu. Wayang China merupakan hasil peleburan budaya Jawa dan China, sehingga kadang bisa juga disebut dengan wayang China – Jawa. Wayang ini lahir di Yogyakarta pada tahun 1925 dan diciptakan oleh Gan Thwan Sing. Seperti pada umumnya, wayang ini pun terbuat dari kulit dan ditampilkan dalam bahasa Jawa. Yang berbeda dari wayang ini adalah cerita dan penokohannya yang menggunakan cerita rakyat Tionghoa. Wayang ini sempat populer dan Berjaya pada tahun 1930 hingga tahun 1960-an. Sayangnya, ketika dalang dan pencipta wayang ini wafat, maka wayang ini pun ikut lenyap. Saat ini, hanya tersisa dua set wayang China- Jawa di dunia yaitu di Museum Sonobudoyo, Yogyakarta, dan di Jerman.

 

2. Kuntao

jhguyhbj

 

Kuntao atau kuntau merujuk pada bela diri khas Indonesia, pencak silat. Di Kalimantan, kuntao sendiri telah menjadi istilah yang umum. Kuntao merupakan jenis bela diri bagi komunitas etnis Tionghoa di Asia Tenggara seperti Indonesia, Filipina, Malaysia, dan Singapura. Nah, kamu boleh bangga nih, Berrykitcheners. Pasalnya, kehadiran dan pengaruh kuntao di Asia Tenggara, khususnya Kepulauan Melayu terjadi di era jaya salah satu kerajaan besar nusantara, Sriwijaya.

 

3. Batik Lasem China

jkjkkn

 

Batik merupakan salah satu produk budaya Indonesia yang diakui keindahannya oleh dunia dan PBB. Namun, ada hal yang wajib kamu tahu nih, Berrykitcheners. Percampuran antara Tionghoa dan Indonesia juga diwujudkan dalam batik lho! Batik ini meleburkan sense of art Cina dan Jawa hingga menghasilkan perpaduan cantik dalam motif Batik Lasem China. Wah, kebayang nggak sih betapa indahnya batik lasem?

 

4. Gambang kromong

kjnj

 

Sejak dulu, mungkin kamu mengenal kesenian musik ini merupakan hasil produk budaya asli dari Betawi. Namun ternyata, gambang kromong merupakan perpaduan kesenian musik nusantara dan Tiongkok lho. Kesenian ini memadukan gamelan dengan alat musik khas Tiongkok seperti, sukong, tehyan, dan kongahyan. Bagaimana tidak? Gambang kromong pertama kali dibentuk oleh seorang pemimpin komunitas Tionghoa yang diangkat oleh Belanda, Nie Hoe Kong (masa jabatan 1736 – 1740). Kesenian ini pun menggunakan tangga nada pentatonik Tiongkok atau yang kerap disebut juga dengan Salendro China.

 

Peleburan kebudayaan Tionghoa dan Indonesia menjadi salah satu bukti bahwa kedua bangsa sejak dulu memiliki hubungan erat yang baik. Justru, perbedaan etnis hingga dapat menghasilkan produk budaya baru inilah yang membuat Indonesia menjadi sangat Indonesia. Wah, makin bangga dengan Indonesia ya!

Kata Kunci: Uniknya Budaya Peranakan
Bagikan ke teman Kamu

Gunakan voucher sebelum waktu habis 00 : 00
tutup