facebook

Tradisi Imlek Indonesia

Senin, 23 January 2017 - 17:44:49 WIB
Diposting oleh : Berry
Tradisi Imlek Indonesia

Berrykitchen.com > Tips > Lifestyle > Tradisi Imlek Indonesia

Hai Berrykitcheners! Berasal dari Tiongkok, Imlek terdiri atas kata “Im” yang berarti bulan dan “lek” yang berarti penanggalan. Dalam bahasa Mandarin, Imlek disebut juga Chung Ciea yang berarti hari raya musim semi. Memiliki sederet sejarah panjang, Imlek mulai disahkan di Indonesia saat pemerintahan Abdurrahman Wahid. Apa saja tradisi Imlek yang biasa dilakukan khususnya bagi keturuan Tionghoa yang ada di Indonesia? Berikut ulasannya.

 

1. Warna merah

lnlk

 

Dalam kisah rakyatnya, Tiongkok mengenal makhluk bernama Nian, sejenis mahluk buas yang tinggal di goa, gunung, maupun laut yang akan keluar saat musim semi atau tahun baru Imlek. Kedatangan Nian akan menggangu manusia terutama anak kecil. Nian pun memiliki kelemahan. Salah satunya, takut dengan warna merah. Tidak heran bila Imlek tiba, penduduk menghias rumahnya dengan berbagai ornamen berwarna merah, pakaian hingga aksesoris berwarna merah untuk mengusir Nian.

 

2. Angpao

hloij

 

Bicara tentang Imlek memang kurang bila tanpa angpao. Malah bisa jadi angpao merupakan hal yang paling kamu nantikan saat Imlek. Hehe.. Angpao biasanya berisi sejumlah uang yang kemudian dibungkus dalam kertas merah. Jumlah yang diberikan tidak harus banyak kok, yang penting diberikan dengan menggunakan amplop merah. Angpao biasa dibagikan oleh orang  tua atau orang yang sudah menikah kepada anak-anak maupun orang yang masih lajang. Walau belum menikah, kamu tetap ingin mencoba memberi angpao? Hmm.. Sebaiknya jangan, pasti ada keluarga yang melarang, karena jika memberi angpao sebelum menikah dipercaya akan memperlambat jodoh. Duh! Jangan sampai terjadi ya, Berrykitcheners.

 

3. Makanan

jbibu

 

Setiap hari raya tentu memiliki makanan khas yang disajikan. Kue keranjang, jeruk dan makanan lainnya merupakan hidangan wajib yang patut disajikan ketika Imlek. Nah, kamu perlu berhati-hati nih terhadap pantangan yang satu ini. Kamu tidak boleh memakan bubur ketika Imlek. Wonder why? Karena bagi masyarakat Tionghoa bubur melambangkan kemiskinan.

 

4. Berkumpul

iuhilh

 

Seperti hari raya lainnya, Imlek juga digunakan sebagai sarana berkumpul sanak saudara pada saat perayaan berlangsung. Keluarga Amerika berkumpul saat peryaan Natal dan Thanksgiving, sementara Indonesia mengenal istilah pulang kampung yang diadakan hampir serempak saat Lebaran. Tiongkok sendiri memiliki musim pulang kampungnya ketika Imlek berlangsung. Yap. Sejak dikenal pada zaman Dinasti Xia, Imlek berhasil menjadi hari raya terbesar di negeri tirai bambu tersebut.

 

5. Membersihkan rumah

liugliu

 

Sebelum hari raya Imlek, maka keluarga yang merayakannya akan membersihkan rumah. Menyapu rumah memberi simbol membersihkan rumah dari kotoran yang dianggap membawa kesialan. Sehingga ketika kotoran pergi, kemudian tersedialah ruang untuk menampung keberuntungan. Namun, ada yang perlu kamu ketahui nih. Dilarang menyapu rumah saat hari pertama perayaan Imlek! Hal ini dilambangkan seperti mengusir keberuntungan yang datang saat perayaan Imlek.

 

 

Bagaimana Berrykitcheners? Apa kamu dan keluargamu masih mengikuti tradisi di atas? Terlepas dari percaya atau tidaknya kamu dengan serangkaian tradisi di atas, Imlek baiknya dimaknai sebagai tahun baru yang mendatangkan semangat baru untuk satu tahun ke depan. Sampai bertemu di postingan selanjutnya ya!

Kata Kunci: Tradisi Imlek Indonesia
Bagikan ke teman Kamu

Gunakan voucher sebelum waktu habis 00 : 00
tutup