facebook

Terima Kasih Liliyana ‘Butet’ Natsir!

Kamis, 30 August 2018 - 00:40:16 WIB
Diposting oleh : Berry
Terima Kasih Liliyana ‘Butet’ Natsir!

Berrykitchen.com > Tips > Lifestyle > Terima Kasih Liliyana ‘Butet’ Natsir!

Indonesia masih bersuka cita atas perolehan medali emas dari cabang bulutangkis tunggal putra dan ganda putra di Asian Games 2018. Namun, ada satu nama yang tak boleh kita lupakan meski kali ini ia ‘hanya’ mampu membawa pulang medali perunggu. Ialah Liliyana Natsir alias Butet.

 

Asian Games tahun ini menjadi saat-saat emosional bagi Butet beserta penggemar dan rekan-rekan sejawatnya. Sebab, Butet pernah mengutarakan niatnya untuk pensiun usai mengikuti ajang olahraga empat tahun sekali ini. Tentu berat kehilangan pebulutangkis spesialis ganda yang sudah beberapa kali mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia.

 

Sebagai penghargaan terhadap kerja keras Butet selama ini, Berrykitchen sudah merangkumkan latar belakang Butet, perjalanan karier, sampai rencananya pasca gantung raket.

 

Masa Kecil

liliyana natsir butet waktu kecil

Liliyana Natsir lahir di Manado pada 9 September 1985. Ia adalah anak bungsu dari pasangan Beno Natsir dan Olly Maramis alias Auw Jin Chen. Bercita-cita jadi atlet, Liliyana bergabung di sebuah klub badminton di kota yang menyajikan hidangan paniki tersebut sejak umur sembilan tahun. Lulus SD, alih-alih melanjutkan pendidikan ke bangku SMP, ia malah menyeriusi bulutangkis dengan pindah ke Jakarta.

 

Asal Nama ‘Butet’

Liliyana terlahir dari pasangan berdarah Makassar-Tiongkok serta Manado. Lantas, mengapa ia akrab disapa Butet, nama yang identik dengan daerah Sumatera Utara?

 

Hal ini berawal dari kali pertama Liliyana masuk klub. Saat memperkenalkan namanya yakni ‘Liliyana’, salah seorang temannya mengatakan bahwa namanya terlalu panjang. Ia mengusulkan sapaan ‘Butet’ yang merupakan panggilan sayang di Medan. Liliyana mengaku, karena ia anak bungsu, ia mau saja dipanggil Butet. Akhirnya nama tersebut melekat hingga sekarang.

 

Perjalanan Karier

liliyana natsir butet bulutangkis

Butet bergabung dengan tim bulutangkis nasional pada 2002 bersama Natalia Poluakan, kawan lamanya di Manado. Mereka berdua tampil sebagai tim dalam pertandingan ganda putri di Pekan Olahraga Nasional (PON) XVI Palembang 2004, dan menang.

 

Masuk Pelatnas, Butet awalnya berpasangan dengan Vita Marissa di sektor ganda putri. Namun, pelatih Richard Mainaky menawari Butet untuk bermain ganda campuran bersama Nova Widianto. Bersama Nova, Butet berhasil meraih 16 gelar juara, di antaranya juara dunia 2005 dan 2007 serta medali perak Olimpiade 2008. Sementara itu, disandingkan dengan Vita di tim ganda putri, Butet sukses memeroleh medali emas di SEA Games 2007.

 

Butet berpisah dengan Vita pada 2009 karena Vita memutuskan untuk keluar dari tim nasional. Setahun kemudian, Butet juga mengakhiri duetnya dengan Nova karena perbedaan umur yang terlalu jauh (Nova saat itu 35 tahun sedangkan Butet 27 tahun). Padahal, saat itu keduanya berada di posisi satu dunia.

 

Perempuan tomboi ini kemudian dipasangkan dengan Tontowi Ahmad (Owi) di tim ganda campuran hingga sekarang. Sejak saat itu, medali demi medali mereka kumpulkan. Puncaknya, Owi-Butet sukses meraih titel juara ganda campuran di Olimpiade 2016. Sayang, cita-cita keduanya untuk memeroleh di Asian Games 2018 harus kandas karena gagal masuk semifinal.

 

Meski demikian, Butet tetap berada di posisi membanggakan berdasarkan catatan Federasi Bulutangkis Dunia (BWF). Di kategori ganda campuran, Butet berada di peringkat tiga World Ranking dan urutan lima World Tour Ranking.

 

Medali yang Butet dapatkan selama berkarier di bulu tangkis di antaranya satu emas dan satu perak dari Olimpiade dan empat emas dari BWF World Championship. Perempuan yang memiliki tinggi 168 cm ini juga berhasil menjuarai All England selama tiga tahun berturut-turut.

 

Rencana Setelah Pensiun

Berbeda dengan teman-temannya yang tetap berkutat di bidang badminton pasca berhenti sebagai pebulutangkis – misalnya dengan menjadi pelatih atau membuka sekolah bulutangkis – Butet memilih menjalankan bisnis refleksi dan properti. Usaha tersebut sudah dirintisnya sejak beberapa tahun lalu. Butet akan fokus mengembangkan keduanya selepas berhenti sebagai atlet nanti.

 

Banyak pihak mendesak Butet untuk memertimbangkan kembali rencananya berhenti dari dunia bulutangkis. Owipun mengaku ada rasa tak rela melepas pasangan tandingnya setelah hampir sembilan tahun bersama, meski ia tetap mendukung keputusan Butet.

 

Vita yang kini berprofesi sebagai pelatih ganda campuranpun mengatakan bahwa Butet adalah pemain yang lengkap dan sempurna. Juara dunia, Olimpiade, All England pernah diraihnya meski dengan pasangan yang berbeda-beda. Sulit mendapatkan pemain berkarakter serupa, kata Vita. Bagaimanapun juga, Vita memahami kejenuhan yang dialami Butet karena sudah lama di Pelatnas.

 

Butet, apapun keputusanmu, terima kasih atas semua prestasi yang telah engkau torehkan untuk Indonesia. Kami bangga padamu!

 

Foto: https://bwfbadminton.com

 

Kata Kunci: Terima Kasih Liliyana ‘Butet’ Natsir!
Bagikan ke teman Kamu

Gunakan voucher sebelum waktu habis 00 : 00
tutup