facebook

Sajian Tionghoa Peranakan

Kamis, 09 February 2017 - 16:16:08 WIB
Diposting oleh : Berry
Sajian Tionghoa Peranakan

Berrykitchen.com > Tips > Lifestyle > Sajian Tionghoa Peranakan

Hai Berrykitcheners! Setelah menetap di Indonesia dalam waktu yang cukup lama, bangsa Tionghoa melebur dengan nusantara dalam bentuk pernikahan maupun hubungan bisnis. Peleburan tersebut kemudian melahirkan beragam produk budaya yang sangat unik. Nggak hanya itu saja, peleburan ini juga menghasilkan hal yang pastinya jadi favorit kamu, kuliner khas Tionghoa peranakan. Apa saja kulinernya? Berikut ulasannya!

 

1. Lumpia Semarang

kjjkn

 

Walau menggunakan nama Semarang, ternyata kuliner nikmat ini berasal dari Tiongkok lho, Berrykitcheners. Lumpia mulanya merupakan makanan tradisional Tiongkok yang berisi, telur, rebung, sayur segar, daging, dan seafood . Kuliner ini kemungkinan dibawa oleh masyarakat Tiongkok yang berimigrasi ke Semarang beberapa dekade lalu. Lumpia kemudian diadaptasi oleh pasangan suami istri Tiongkok – Jawa, yang mengombinasikan resep lumpia Tiongkok dan resep Jawa. Nggak heran kalau lumpia Semarang terasa nikmat dan khas di lidah.

 

2. Bakpia Yogyakarta

lukj

 

Bakpia dikenal sebagai makanan khas Yogyakarta. Saking terkenalnya, bakpia kerap dijadikan oleh-oleh bagi kamu yang pulang dari salah satu daerah istimewa di Pulau Jawa tersebut. Namun bakpia ternyata berasal dari Tiongkok. Dulunya, makanan imut ini menggunakan daging sebagai isiannya. Bakpia kemudian diadaptasi sesuai dengan lidah Indonesia dengan mengganti isinya menjadi kacang hijau.

 

3. Bakmi

lkmlkm

 

Siapa yang tidak kenal makanan satu  ini? Kelezatannya yang selalu terasa pas di lidah membuat bakmi banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Ya. Popularitas bakmi, membuatnya menjadi makanan yang eksis dijual di berbagai sudut kota bahkan restoran dan pusat perbelanjaan kelas atas. Penelusuran sejarah menemukan  bahwa bakmi ternyata telah ditemukan dan dikonsumsi bangsa Tionghoa sejak 4000 tahun yang lalu! Bakmi sendiri terdiri atas kata bak dan mi. Kata “bak” dalam bakmi mengacu pada daging babi yang disebut bak oleh bangsa Tionghoa. Namun, seiring berjalannya waktu, bakmi di Indonesia pun menyesuaikan diri dengan menggunakan daging ayam sebagai pelengkapnya. Sebab itu, beberapa orang mulai menggunakan istilah mie ayam. Kini nggak heran lagi kan mengapa ada dua nama berbeda untuk bakmi?

 

4. Kue semprong

lijoij

 

Kue yang sudah mulai langka ini dikenal melalui rasanya yang manis dan teksturnya yang renyah. Tidak hanya itu, semprong pun merupakan salah satu makanan hasil peleburan budaya yang unik. Yap! Kue semprong merupakan salah satu bentuk perpaduan budaya Indonesia, Tionghoa, dan Belanda yang sempurna! Rasa dari kue ini diadopsi dari rempah Indonesia. Sementara detil corak di permukaan kue semprong berasal dari kultur Tionghoa. Nggak hanya itu, semprong kemudian dibuat dengan teknik pembuatan kue yang diadopsi dari Belanda lho. Nggak cuma manis, semprong juga memiliki rasa historis yang kuat dan unik. Wah, jangan sampai kue ini punah atau malah dipatenkan oleh negara lain ya, Berrykitcheners!

 

Isu yang berhubungan dengan etnis memang dapat menjadi sangat sensitif karena Indonesia merupakan rumah dari beragam etnis penduduk khatulistiwa. Namun perbedaan tak lantas jadi pemecah. Perbedaan etnis justru akan menghasilkan warna peleburan budaya tersendiri di Indonesia, khususnya kuliner. Bila ditelisik lebih dalam, kuliner di atas dapat kita nikmati karena adanya peleburan budaya Tionghoa dan Indonesia. Mencintai kulinernya, itu juga berarti kamu wajib mencintai sejarah penciptaannya. Semoga bermanfaat ya, Berrykitcheners!

Kata Kunci: Sajian Tionghoa Peranakan
Bagikan ke teman Kamu

Gunakan voucher sebelum waktu habis 00 : 00
tutup