facebook

Mitos dan Fakta tentang Kanker

Kamis, 31 January 2019 - 01:28:12 WIB
Diposting oleh : Berry
Mitos dan Fakta tentang Kanker

Berrykitchen.com > Tips > Lifestyle > Mitos dan Fakta tentang Kanker

Mungkin kamu pernah membaca beberapa informasi bahwa kanker bisa disebabkan oleh ini dan itu. Tak sedikit orang mempercayainya, dan bahkan turut menyebarkan informasi yang belum tentu benar tersebut.

 

Informasi yang kelihatannya masuk akal tapi belum terbukti secara ilmiah bisa menimbulkan kekhawatiran yang sebenarnya tak perlu, bahkan bisa menghambat pencegahan kanker dan keputusan treatment yang tepat.

 

Untuk memberantas hoax tentang kanker, Berrykitchen hadirkan informasi berbasis ilmiah terbaru mengenai beberapa kesalahpahaman tentang kanker:

 

Mitos: Deodoran sebabkan kanker

Fakta: Pernah menemukan orang yang bau badan, dan setelah dicari tahu penyebabnya, ternyata dia menolak pakai deodoran karena percaya itu menyebabkan kanker?

 

Katakan ini padanya: tidak ada studi kuat yang menyebutkan bahwa risiko terkena kanker payudara semakin tinggi dengan pemakaian deodoran atau antiperspirant. Penelitian terbaik sejauh ini tidak menemukan bukti kaitan zat kimia dalam produk penghilang bau badan tersebut dengan perubahan di jaringan payudara.

 

Mitos: Pewarna rambut tingkatkan risiko kanker

Fakta: Tidak ada bukti yang meyakinkan secara ilmiah bahwa penggunaan pewarna rambut pribadi meningkatkan risiko kanker. Meski demikian, penata rambut yang rutin terekspos cat rambut dan produk kimiawi lain dalam jumlah besar bisa jadi berisiko terkena kanker kandung kemih.

 

Mitos: Sinyal HP sebabkan kanker

Fakta: Tidak, menurut penelitian-penelitian terbaik yang sudah terselesaikan sejauh ini. Kanker disebabkan oleh mutasi genetik, dan telepon seluler mengeluarkan energi frekuensi rendah yang tidak merusak gen.

 

Mitos: Gula memperparah kanker

Fakta: Sel-sel kanker memang mengonsumsi glukosa lebih banyak daripada sel-sel normal. Namun, tidak ada penelitian yang menunjukkan bahwa mengonsumsi gula akan memperburuk kanker. Begitupun sebaliknya, berhenti memakan gula tidak dapat membuat kanker mengecil dan hilang.

 

Bagaimanapun juga, pola makan tinggi gula dapat menyebabkan kelebihan berat badan dan diabetes. Kedua kondisi ini memiliki kaitan dengan meningkatnya risiko beberapa jenis kanker.

 

Mitos: Pemanis buatan memicu kanker

Fakta: Peneliti sudah memeriksa keamanan pengganti gula seperti sakarin, siklamat, aspartam, acesulfame potassium, sukralosa, dan neotame. Mereka tidak menemukan bukti bahwa pemanis buatan tersebut menyebabkan kanker pada manusia. Di Amerika Serikat, penjualan produk-produk pemanis buatan ini diperbolehkan karena sudah disetujui oleh Food and Drug Administration.

 

Produk-produk pemanis alternatif terbaru seperti sorbitol, agave, dan stevia juga dinilai aman.

 

Mitos: Kanker menular

Fakta: Secara umum tidak. Kanker tidak seperti flu yang mudah menular. Satu-satunya kemungkinan kanker menyebar dari satu orang ke orang lain adalah lewat transplantasi organ atau jaringan tubuh.

 

Orang yang menerima organ atau jaringan tubuh dari donor yang mengidap kanker di masa lalu bisa berisiko terkena kanker akibat transplantasi di masa depan. Namun, risikonya sangat rendah, hanya dua kasus kanker per 10.000 cangkok organ. Sebab, dokter menghindari penggunaan organ atau jaringan tubuh dari donor yang memiliki riwayat kanker.

 

Sebenarnya kanker juga bisa disebabkan oleh virus dan bakteri tertentu. Meski virus dan bakteri tersebut dapat menyebar dari orang ke orang, kankernya tidak ikut menular.

 

Mitos: Kanker adalah penyakit keturunan

Fakta: Memiliki orang tua dengan riwayat kanker memang meningkatkan risikomu terkena penyakit tersebut. Namun, hanya sekitar 5-10% kasus kanker yang diwariskan dari orang tua.

 

Meski demikian, jika tidak memiliki riwayat kanker dalam keluarga, bukan berarti kamu bebas dari risiko kanker juga. Sebab, 90-95% kanker disebabkan oleh mutasi (perubahan berbahaya) dalam gen yang terjadi akibat penuaan dan faktor lingkungan seperti asap rokok dan radiasi.

 

Diperkirakan 4 dari 10 kanker dapat dicegah dengan mengubah gaya hidup seperti makan sehat, mempertahankan berat badan ideal, berolahraga, membatasi minuman beralkohol, dan menghindari produk tembakau.

 

Mitos: Operasi atau biopsi kanker atau tumor menyebabkan kanker menyebar di tubuh

Fakta: Saat biopsi, dokter mengambil sampel kecil sel dari tubuh untuk mengecek apakah ada kanker. Untuk kebanyakan jenis penyakit, hampir tidak mungkin prosedur ini menyebabkan kanker menyebar ke bagian tubuh lain.

 

Dokter bedah akan mengikuti prosedur standar. Misalnya, jika mereka harus membuang jaringan dari lebih dari satu area tubuh, mereka akan menggunakan alat bedah berbeda untuk setiap area.

 

Mitos: Kanker = vonis mati

Fakta: Di Amerika Serikat, kemungkinan meninggal dunia akibat kanker turun terus sejak 1990-an. Persentase orang yang hidup minimal lima tahun setelah didiagnosis beberapa jenis kanker seperti payudara, prostat, dan tiroid sekarang 90% atau lebih, sedangkan persentase gabungan untuk semua jenis kanker sekitar 67%.

 

Namun perlu dicatat bahwa angka ini berdasarkan data dari sejumlah besar orang. Seberapa lama seorang pasien kanker dapat hidup atau apakah kanker dapat membunuhnya bisa berdasarkan banyak faktor. Misalnya, seberapa cepat kanker berkembang, seberapa menyebar kanker tersebut di tubuh, apakah treatment-nya efektif, bagaimana kesehatan orang tersebut secara menyeluruh, dan lain-lain.

 

Foto: https://cdn1.medicalnewstoday.com

 

Kata Kunci: Mitos dan Fakta tentang Kanker
Bagikan ke teman Kamu

Gunakan voucher sebelum waktu habis 00 : 00
tutup