facebook

Mereka Selamat dari Kecelakaan Pesawat

Kamis, 01 November 2018 - 07:18:34 WIB
Diposting oleh : Berry
Mereka Selamat dari Kecelakaan Pesawat

Berrykitchen.com > Tips > Lifestyle > Mereka Selamat dari Kecelakaan Pesawat

Kecelakaan pesawat tak jarang menewaskan seluruh penumpang dan kru yang ada di dalamnya. Namun, beberapa korban rupanya mendapat mukjizat sebagai satu-satunya orang yang berhasil selamat dari kecelakaan pesawat, meski mereka mengalami cacat fisik dan trauma setelahnya.

 

Inilah kisah para penyintas tunggal kecelakaan pesawat di berbagai negara:

 

Linda McDonald

Penyintas tunggal pertama dari kecelakaan pesawat yang pernah diketahui adalah Linda. Gadis yang saat itu berusia 17 tahun pada 5 September 1936 naik pesawat pribadi Skyways bersama pacarnya. Tidak lama setelah lepas landas, pesawat jatuh, namun Linda sempat membuka sabuk pengamannya. Ia lompat dari jendela yang sudah pecah.

 

Linda berusaha mengeluarkan pacarnya namun api mulai menghanguskan pesawat. Kekasihnya jadi salah satu dari 10 korban tewas dalam kecelakaan yang terjadi di Ohio, Amerika Serikat.

 

Belakangan diketahui bahwa salah seorang penumpang merupakan kakak ipar sang pilot dan ia duduk di kokpit karena pesawat tersebut hanya untuk sembilan penumpang. Padahal, selain orang yang berkepentingan dilarang berada di kokpit.

 

Yoshimi Ichikawa

Yoshimi adalah pilot magang berusia 22 tahun yang pada 30 Juli 1971 sedang berlatih manuver pesawat tempur bersama instrukturnya. Namun, ia tidak memerhatikan lalu lintas udara sehingga pesawatnya menabrak pesawat ANA penerbangan 58 yang berisi 155 penumpang dan 7 kru.

 

Pesawat ANA meluncur tajam dan meledak di udara, sementara pesawat tempur Yoshimi jatuh ke sawah. Yoshimi selamat karena berhasil keluar dari pesawat sebelum tabrakan terjadi, sementara sang instruktur dan seluruh penumpang pesawat ANA tewas.

 

Yoshimi menghadapi persidangan namun bebas dari tuduhan pembunuhan tidak disengaja. Kejadian ini membuat Direktur Jenderal Badan Pertahanan Jepang dan Kepala Staf Angkatan Udara Jepang (JASDF) mengundurkan diri dari jabatannya.

 

Vesna Vulović

Pramugari bernama Vesna menjadi satu-satunya orang yang selamat dari kecelakaan pesawat JAT penerbangan 367 yang memakan 27 korban jiwa. Pesawat nasional Yugoslavia tersebut berangkat dari Copenhagen, Denmark, menuju Zagreb, Kroasia, pada 26 Januari 1972. Namun, di tengah perjalanan, sebuah bom koper di kompartemen bagasi meledak.

 

Vesna yang saat itu berumur 22 tahun melompat setinggi lebih dari 10 meter tanpa parasut, sampai-sampai ia mendapat rekor dunia Guinness karena telah selamat dari loncatan tertinggi tanpa parasut. Bagaimanapun juga, ia mengalami koma selama beberapa hari. Tengkorak dan tulang panggulnya retak, sedangkan tiga tulang punggung, dua kaki, dan tulang rusuknya patah.

 

Vesna melanjutkan hidupnya dengan kelumpuhan dari pinggang ke bawah. Ia menjadi terkenal dan aktif di politik. Namun, di tahun-tahun terakhir hidupnya, ia menyendiri dan berjuang menghadapi survivor’s guilt, rasa bersalah yang muncul pada penyintas karena berhasil selamat sementara orang lain tewas.

 

Cecelia Cichan

Belum lama lepas landas dari Minneapolis-Saint Paul International Airport, Minnesota, Amerika Serikat, pesawat Northwest Airlines Flight 255 terguling-guling sampai merusak apapun yang berada di bawahnya. Kejadian pada 16 Agustus 1987 ini menewaskan enam kru pesawat, 148 penumpang, serta dua orang di jalanan yang tertimpa pesawat.

 

Cecelia yang waktu itu berusia empat tahun jadi satu-satunya orang yang selamat. Saat ditemukan, gadis kecil ini masih terpasangi sabuk pengaman namun berlumuran darah dan jelaga. Ia mengalami beberapa luka bakar dan retak di tengkorak, tulang selangka, dan kaki kirinya, namun kemudian sembuh total. Ia tinggal bersama paman dan bibi dari ibunya di Alabama, Amerika Serikat.

 

Chanayuth Nim-anong

Chanayuth yang berasal dari negara asal Thai tea, Thailand, adalah penyintas tunggal termuda kecelakaan pesawat. Saat itu ia masih berusia 14 bulan dan sedang bepergian dengan ibunya menaiki Vietnam Airlines penerbangan 815 pada 3 September 1997. Sang ibu kemudian menjadi salah satu dari 65 korban tewas.

 

Berrykitchen turut berbelasungkawa atas kecelakaan pesawat di manapun, termasuk peristiwa Lion Air JT-610 yang baru-baru ini terjadi. Semoga para korban mendapat tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Amin…

 

Foto: https://www.gannett-cdn.com

 

Kata Kunci: Mereka Selamat dari Kecelakaan Pesawat
Bagikan ke teman Kamu

Gunakan voucher sebelum waktu habis 00 : 00
tutup