facebook

Makna di Balik Dekorasi Natal

Kamis, 13 December 2018 - 14:19:07 WIB
Diposting oleh : Berry
Makna di Balik Dekorasi Natal

Berrykitchen.com > Tips > Lifestyle > Makna di Balik Dekorasi Natal

Natal dirayakan dengan meriah setiap tahun. Rumah, jalanan, dan tempat-tempat umum dihias dengan aneka pernak-pernik khas dengan warna dominan merah dan hijau.

 

Tentu kamu sudah biasa melihat rangkaian bunga, mistletoe, lonceng, permen tongkat, tukar kado, dan lain-lain sebagai bagian dari tradisi Natal. Namun, tahukah kamu mengapa barang-barang tersebut yang sering dijadikan dekorasi Natal?

 

Ternyata, ada makna dan sejarah di balik penggunaan barang-barang tersebut sebagai hiasan saat Natal. Simak, yuk!

 

Warna Merah dan Hijau

gantungan pohon natal

Kalau melihat warna merah dan hijau dipadankan, kita mungkin langsung teringat Natal. Warna merah di Alkitab memiliki asosiasi kuat dengan kehidupan dan darah, salah satunya mewakili darah Yesus yang wafat karena disalib. Sementara itu, warna hijau sering digunakan untuk menggambarkan benda hidup di alam seperti daun dan pohon.

 

Di negara-negara yang mengalami musim dingin, hampir semuanya tertutupi salju putih. Daun-daunpun gugur atau layu. Namun, beberapa tanaman seperti pohon holly atau poinsettia yang berwarna merah dan hijau jadi dua warna cerah yang bertahan di ekstremnya cuaca. Merah dan hijaupun dianggap sebagai perlambang kehidupan di tengah kerasnya musim dingin.

 

Rangkaian Bunga

christmas wreath, rangkaian bunga natal

Menjelang Natal, umat Kristiani biasanya memasang rangkaian tanaman berbentuk lingkaran (wreath) di pintu rumah. Bentuk lingkaran yang tidak memiliki awal maupun akhir melambangkan keabadian. Wreath juga mewakili duri yang dipakai di kepala Yesus, sementara buah berry berwarna merah melambangkan darahNya.

 

Rangkaian tanaman Natal biasanya terbuat dari pohon yang kuat melawan kerasnya musim dingin sebagai perlambang Tuhan yang kekal. Contohnya, tanaman holly yang sering disebut ‘Christ’s Thorn’ (duri Yesus). Menurut legenda, buah holly awalnya putih, namun darah Yesus membuatnya menjadi merah selamanya.

 

Mistletoe

mistletoe

Saat Natal, mistletoe adalah seikat tanaman yang digantung terbalik. Orang-orang yang berada di bawahnya harus berciuman. Tapi, tahukah kamu bahwa mistletoe sebenarnya adalah tanaman parasit?

 

Genus mistletoe memiliki nama botani Phoradendron yang dalam Bahasa Yunani berarti ‘tanaman pencuri’. Mistletoe memang tanaman setengah parasit, karena mencuri nutrisi dengan menjangkau hingga ke dalam batang pohon induk untuk mengambil air dan mineral. Meski demikian, mistletoe memiliki kemampuan untuk fotosintesis dan mempertahankan hidupnya sendiri.

 

Karena sifatnya yang bergantung pada tanaman lain, umat Kristiani percaya bahwa mistletoe menjadi simbol manusia yang bergantung pada Tuhan.

 

Mistletoe juga dikenal sebagai tanaman yang tahan terhadap cuaca ekstrem dan kekeringan, sehingga kaum Druid (‘orang pintar’ di budaya Celtic) menggunakannya sebagai obat dari segala racun. Bahkan, mereka yakin mistletoe dapat membuat hewan yang mandul menjadi subur.

 

Terkait sejarah mistletoe dan ciuman, awalnya musuh yang bertemu di bawah mistletoe harus menjatuhkan senjata dan berpelukan. Namun, sekarang, pria dan wanita (musuh sepanjang sejarah) yang bertemu di bawah mistletoe harus berciuman.

 

Permen Tongkat

permen tongkat

Familiar dengan permen bergaris merah-putih berbentuk stik dengan salah satu ujung yang membungkuk seperti tongkat berjalan? Permen tersebut biasa disebut candy cane dan bentuk serupa sering dijadikan aksesori pohon Natal.

 

Bentuk tongkat melambangkan tongkat gembala karena Yesus adalah gembala bagi domba-domba yang tersesat. Warna putih menunjukkan kesucian, sementara warna merah menjadi simbol darah Yesus yang tertumpah.

 

Lonceng

lonceng bel natal

Lonceng atau bel sudah identik dengan gereja sejak dulu. Konon, lonceng dibunyikan saat Natal untuk mengumumkan kelahiran Yesus Kristus. Ada juga yang menyebut bahwa membunyikan bel digunakan kaum pagan (penyembah berhala) untuk mengusir roh jahat.

 

Kado dan Pita

kado natal

Ini yang ditunggu-tunggu setiap Natal: tukar kado! Konon, tradisi ini berasal dari Tiga Pria Bijak yang membawa hadiah berupa emas, kemenyan, dan dupa untuk menghormati kelahiran Yesus. Hal tersebut menginspirasi umat Kristiani untuk saling memberikan hadiah saat Natal. Pita pada kadopun dianggap perlambang bahwa kita harus terikat dalam persatuan dan kebaikan.

 

Selain sibuk menghias rumah dengan berbagai pernak-pernik Natal, biasanya kita juga makan besar bersama keluarga. Agar tetap sehat, jangan lupa makan buah, ya, Berrykitcheners! Semangka dan kiwi bisa jadi pilihan yang sesuai dengan nuansa merah-hijau saat Natal.

 

Selamat mempersiapkan rumah untuk Natal, ya!

 

Foto: https://s.newsweek.com

 

Kata Kunci: Makna di Balik Dekorasi Natal
Bagikan ke teman Kamu

Gunakan voucher sebelum waktu habis 00 : 00
tutup