facebook

Jenis Cokelat untuk White Day

Jumat, 08 March 2019 - 05:01:57 WIB
Diposting oleh : Berry
Jenis Cokelat untuk White Day

Berrykitchen.com > Tips > Lifestyle > Jenis Cokelat untuk White Day

Di Jepang, perempuan memberikan cokelat kepada laki-laki saat Valentine’s Day dan laki-laki membalasnya saat White Day. Cokelat tidak hanya diberikan ke pacar atau suami, tapi juga ke kolega. Ternyata, jenis cokelat yang ditujukan untuk pasangan dan rekan kerja berbeda, lo.

 

Orang Jepang mengenal istilah honmei choko (cokelat favorit), yakni cokelat yang diberikan oleh wanita pada Hari Valentine kepada pria yang dia cintai, baik suami, pacar, maupun gebetan. Cokelat yang disiapkan lebih spesial dibanding giri choko untuk rekan kerja. Honmei choco seringkali dibuat sendiri atau dibeli, namun dengan merek yang mahal dan kemasan yang menarik.

 

Giri choko (cokelat wajib) diberikan kepada kolega, kenalan, dan orang lain yang tak punya hubungan romantis dengan si perempuan. Jenis cokelatnya tanpa kemasan istimewa, relatif murah, simpel, dan biasa dibeli di toko.

 

Ada pula tomo choko (cokelat teman), hadiah tulus kepada sahabat. Para perempuan terkadang saling bertukar tomo choko.

 

Balasan dari Pria Saat White Day

Laki-laki yang mendapat cokelat saat Valentine’s Day membalas pemberian tersebut ketika White Day, yakni pada 14 Maret. Namun, pria biasanya lebih sedikit membagikan giri choko dibanding wanita. Mereka seringkali hanya memberikan cokelat kepada perempuan yang mereka sayangi.

 

Ada makna tersirat yang dipahami orang-orang Jepang terkait balasan saat White Day. Jika seorang laki-laki tidak membalas cokelat dari seorang perempuan, pria tersebut dianggap menempatkan dirinya lebih tinggi dari si wanita.

 

Sementara itu, kalau ia mengembalikan cokelat senilai cokelat yang ia dapat dari seorang wanita, artinya si pria tidak membalas cinta si wanita atau mengakhiri hubungan dengannya.

 

Lantas bagaimana seharusnya? Di Jepang, ada istilah sanbai gaeshi (kembalikan tiga kali lipat) yang bermakna seorang pria harus mengembalikan pemberian dari seorang wanita dengan nilai 2-3 kali lipat yang ia dapat.

 

Sebenarnya balasan saat White Day tidak harus berupa cokelat (terutama white chocolate yang identik dengan White Day). Hadiah lain yang populer di hari ini adalah cookies, perhiasan, lingerie putih, marshmallow, dan bunga. Beda dengan Valentine’s Day di Jepang yang harus menggunakan cokelat.

 

Tidak Adil?

Aturan saat Valentine’s Day dan White Day tersebut terkadang dirasa memberatkan, baik oleh wanita maupun pria. Saat Valentine, perempuan dituntut untuk memberikan cokelat kepada rekan kerja pria juga, bukan hanya orang yang dia cintai. Mereka khawatir menyinggung perasaan jika ada kolega yang terlewat. Uang yang dikeluarkan untuk membeli cokelat jadi tidak sedikit.

 

Ahli sosiologi Jepang Ogasawa Yuko berpendapat bahwa giri choko adalah cara bagi wanita untuk menunjukkan kuasanya terhadap pria dengan menilai mereka. Orang yang si perempuan kagumi akan mendapat cokelat, sedangkan yang tidak mereka hormati tidak memperoleh cokelat.

 

Ada yang menganggap bahwa tradisi memberikan giri choko tidak membebani wanita karena Jepang memang memiliki budaya memberikan hadiah meski tanpa ikatan cinta. Hal ini untuk mengungkapkan rasa terima kasih.

 

Di sisi lain, ada argumen bahwa Hari Valentine seharusnya menjadi hari pengungkapan perasaan, bukan untuk memuluskan hubungan kerja dengan memberi cokelat.

 

Dari pihak pria, meski tidak harus membagikan giri choko, mereka merasa terbebani karena harus mengembalikan cokelat yang mereka dapat dengan nilai hingga tiga kali lipat.

 

Bagaimanapun juga, praktik giri choko kini sudah berkurang karena para perempuan memilih memberikan cokelat pada teman mereka, bukan rekan kerja. Selain itu, semakin banyak perusahaan melarang pemberian giri choko.

 

Foto: eatlikeagirl.com

 

Kata Kunci: Jenis Cokelat untuk White Day
Bagikan ke teman Kamu

Gunakan voucher sebelum waktu habis 00 : 00
tutup