facebook

Hal yang Perlu Diketahui tentang Tsunami

Kamis, 04 October 2018 - 20:22:32 WIB
Diposting oleh : Berry
Hal yang Perlu Diketahui tentang Tsunami

Berrykitchen.com > Tips > Lifestyle > Hal yang Perlu Diketahui tentang Tsunami

Tsunami kembali membawa duka bagi rakyat Indonesia. Setelah kedahsyatan tsunami Aceh pada 2004, kini warga Palu dan sekitarnya yang menderita akibat terpaan gelombang laut seismik.

 

Tsunami adalah serangkaian gelombang di laut atau danau besar yang disebabkan berpindahnya banyak air. Tsunami disebut juga gelombang laut seismik karena biasanya terjadi setelah adanya pergeseran di dasar laut akibat gempa bumi.

 

Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Indonesia berada di peringkat tertinggi untuk ancaman bahaya tsunami jika dihitung dari jumlah manusia yang berisiko kehilangan nyawa. Untuk memahami lebih lanjut mengenai bencana alam tersebut, Berrykitchen sajikan beberapa fakta mengenai tsunami.

 

Asal Nama Tsunami

Tsunami berasal dari Bahasa Jepang yang berarti ‘ombak pelabuhan’. Dinamai demikian karena nelayan biasanya tak menemukan gelombang aneh saat berlayar, namun saat kembali ke daratan mereka terperangah bahwa kampung mereka ternyata sudah disapu gelombang hebat.

 

Ya, para pelaut seringkali tidak menyadari bahwa gelombang tsunami sedang berjalan di bawah perahu mereka!

 

Penyebab Tsunami

  • Seismik. Tsunami terjadi ketika dasar laut di batas lempeng naik atau turun tiba-tiba sehingga air di atasnya berpindah secara mendadak dan muncul gelombang besar. Beberapa tsunami yang terjadi setelah gempa bumi besar adalah di Valdivia Chile pada tahun 1960, Aceh pada 2004, dan Tohoku Jepang pada 2011.
  • Tanah longsor yang terjadi di bawah laut bisa menyebabkan tsunami besar. Contohnya adalah tanah longsor di Lituya Bay, Alaska, pada tahun 1958 yang menghasilkan gelombang setinggi 524 meter dan disebut sebagai tsunami terbesar yang pernah ada (megatsunami).
  • Kondisi meteorologis seperti perubahan mendadak di tekanan barometrik bisa memindahkan air secara tiba-tiba hingga menimbulkan serangkaian gelombang seperti tsunami seismik, namun dengan energi yang lebih rendah. Contohnya adalah di Nagasaki Jepang pada 31 Maret 1979 dan Menorca Spanyol pada 15 Juni 2006.
  • Tsunami buatan manusia. Ada beberapa studi tentang potensi menciptakan tsunami dengan ledakan sebagai senjata tektonik. Saat perang dunia kedua, militer Selandia Baru mencoba menciptakan tsunami kecil dengan bahan peledak di sebuah area di Auckland, namun gagal.
  • Erupsi gunung berapi
  • Patahan gletser

 

Tahapan dan Tanda Terjadinya Tsunami

  • Di Indonesia, tsunami umumnya didului gempa bumi besar dan air laut yang menyusut. Ciri-ciri gempa yang menyebabkan tsunami adalah berpusat di tengah laut dan dangkal (0-30 km), berkekuatan lebih dari atau sama dengan 6,5 skala Richter, dan berpola sesar naik atau sesar turun
  • Ada jarak antara waktu terjadinya gempa bumi dengan tibanya tsunami di pantai. Di Indonesia, tsunami terjadi dalam waktu kurang dari 40 menit setelah gempa bumi besar di bawah laut
  • Gelombang tsunami mungkin tingginya hanya 30 cm di lautan dalam. Tapi, saat mendekati garis pantai dan masuk ke perairan yang lebih dangkal, gelombang tersebut melambat dan meninggi. Air akan terlihat surut di pesisir, seperti tertarik ratusan meter ke arah laut lepas.
  • Nelayan bisa jadi senang karena mudah menangkap ikan tanpa perlu berlayar jauh ke tengah. Namun, inilah tanda bahaya, karena gelombang tsunami biasanya akan melanda pesisir dalam waktu sekitar lima menit.
  • Gelombang air laut datang secara mendadak dan berulang dengan energi yang sangat kuat
  • Hati-hati, gelombang awal tsunami biasanya bukanlah yang terkuat. Hindari berada di sekitar pantai sampai BMKG mengakhiri peringatan tsunami.

 

Tsunami dan Jepang

Tak heran jika bencana alam ini diberi nama dari Bahasa Jepang. Sebab, Jepang adalah negara yang paling rentan terkena tsunami di dunia. Namun, karena penduduk Indonesia lebih banyak, maka dari sisi risiko jumlah korban, Indonesialah yang menduduki urutan lebih atas.

 

Pada 2011, negeri asal chicken karaage ini mengalami bencana tsunami yang memakan kerugian paling banyak sepanjang sejarah. Untuk mencegah dan meminimalisasi dampak buruk tsunami yang rawan melanda Negeri Matahari Terbit, Jepang sudah memasang sistem peringatan tsunami tercanggih di dunia.

 

Trivia tentang Tsunami

  • Tsunami bukanlah fenomena yang berdiri sendiri, melainkan turunan dari kekuatan alam lain.
  • Tsunami berbeda dengan ombak biasa yang dihasilkan oleh angin atau pasang-surut yang disebabkan tarikan gravitasi bulan dan matahari. Pasalnya, tsunami terjadi karena perpindahan air. Gelombang tsunami juga tidak sama dengan arus bawah laut karena panjang gelombangnya jauh lebih panjang. Tsunami lebih mirip dengan pasang yang naik secara cepat dibanding ombak yang memecah di lautan.
  • Gelombang tsunami bisa mencapai tinggi 30 meter.
  • Sekitar 80% tsunami terjadi di Cincin Api Samudera Pasifik, yakni daerah yang aktif secara geologis. Pergerakan tektoniknya membuat letusan gunung berapi dan gempa bumi sering terjadi di daerah ini, termasuk di Indonesia.
  • Tsunami berjalan di laut hingga kecepatan 805 km per jam atau setara kecepatan pesawat jet. Artinya, tsunami bisa mengarungi seluruh Samudera Pasifik dalam waktu kurang dari sehari.
  • Tsunami merusak dengan dua mekanisme, yakni kekuatan dinding air yang berjalan dengan kecepatan tinggi serta banyaknya air yang membanjiri daratan sambil membawa puing-puing besar bersamanya. Karena itu, gelombang tsunami yang tidak terlalu tinggi juga bisa sama merusak dengan megatsunami
  • Sekitar 99% korban tewas tsunami berada di dalam radius 257 km dari titik asal tsunami
  • Tsunami Samudera Hindia yang terjadi di Aceh dan beberapa wilayah lain pada 2004 merupakan yang paling merusak sepanjang sejarah modern. Energinya setara dengan 23.000 bom atom. Korban tewas mencapai 230.000 jiwa.
  • Jika terjebak dalam gelombang tsunami, sebaiknya hindari berenang. Lebih baik berpegangan pada benda yang bergerak dan biarkan benda tersebut membawamu.
  • Pohon palem dan sejenisnya adalah pohon yang paling aman dari tsunami berkat batang pohonnya yang panjang dan polos
  • Tsunami dapat meracuni daratan, permukaan air tawar, dan sistem air tanah dengan banyak garam. Hal ini bisa membuat makhluk hidup kelaparan dan terkena penyakit pascatsunami.
  • Hewan dapat memprediksi tsunami berjam-jam sebelum bencana tersebut datang, lho!

 

Foto: https://www.thesun.co.uk

 

Kata Kunci: Hal yang Perlu Kamu Ketahui tentang Tsunami
Bagikan ke teman Kamu

Gunakan voucher sebelum waktu habis 00 : 00
tutup