facebook

Bahaya Plastik untuk Lingkungan

Rabu, 28 November 2018 - 14:53:33 WIB
Diposting oleh : Berry
Bahaya Plastik untuk Lingkungan

Berrykitchen.com > Tips > Lifestyle > Bahaya Plastik untuk Lingkungan

Selama ini mungkin kita menggunakan plastik sekali pakai tanpa berpikir panjang… sampai muncul berita tentang paus yang ditemukan mati dengan sampah plastik seberat hampir enam kilogram di perutnya. Kasus ini seakan menampar dan menyadarkan kita bahwa plastik yang kita buang ternyata bisa membahayakan makhluk hidup dan lingkungan.

 

Plastik murah dan kuat, sehingga tingkat produksi dan penggunaan plastik oleh manusia tinggi. Namun, struktur kimiawi kebanyakan jenis plastik membuatnya tahan terhadap berbagai proses penguraian alami atau dengan kata lain plastik lambat terurai.

 

Dua faktor tersebut menyebabkan tingginya polusi plastik di lingkungan. Bahkan, beberapa peneliti memperkirakan pada 2050 akan ada lebih banyak plastik dibandingkan ikan di lautan jika dihitung berdasarkan beratnya.

 

Hal ini mengkhawatirkan mengingat plastik memiliki banyak bahaya untuk lingkungan. Ini di antaranya:

 

Plastik Membunuh Hewan Laut dan Manusia

Kasus matinya paus yang memakan sampah plastik bukanlah kejadian pertama. Kira-kira ada 270.000 ton plastik yang berada di lautan dunia, dan keberadaannya mengancam 700 spesies laut. Data menyebutkan bahwa sampah plastik ditemukan di usus lebih dari 90% burung laut dunia, di perut lebih dari setengah penyu laut di dunia, serta membuat paus tersedak hingga mati.

 

Plastik dapat menjerat hewan atau masuk ke dalam saluran pencernaan paus dan mamalia laut lain, burung, penyu, dan ikan. Padahal, plastik tidak dapat terurai atau dicerna. Ironisnya, di lautan, plastik sering dikira makanan oleh hewan-hewan.

 

Plastik semakin berbahaya karena bisa terpecah menjadi serpihan-serpihan kecil, sehingga semakin banyak spesies hewan yang bisa mengonsumsinya. Termasuk pula zooplankton yang memakan serpihan plastik mikroskopik.

 

Memakan plastik bisa menyebabkan malnutrisi, usus tersumbat, atau keracunan perlahan dari zat kimia yang berasal dari plastik. Sedangkan pada zooplankton, konsumsi plastik bisa mengakibatkan berkurangnya makan, defisiensi energi, cedera, atau bahkan kematian. Padahal, zooplankton adalah bagian penting dari keseluruhan rantai makanan laut.

 

Pada akhirnya, manusia juga yang akan dirugikan, salah satunya melalui rantai makanan. Mengonsumsi ikan yang mengandung plastik dan zat kimia beracun dapat menyebabkan peningkatan risiko kanker, gangguan kekebalan tubuh, dan cacat lahir.

 

Racun yang Terdapat dalam Plastik

Plastik mengandung beberapa racun, di antaranya diethylhexyl phthalate yang merupakan karsinogen serta timbal, kadmium, dan merkuri. Selain itu, plastik yang mengandung klorin dapat melepas zat kimia berbahaya ke tanah sekitar, lalu meresap ke air tanah atau sumber air sekitar dan juga ke ekosistem dunia. Hal ini bisa membahayakan spesies yang meminum air tersebut.

 

Plastik biodegradable juga belum tentu baik untuk lingkungan. Penguraiannya melepas metana, gas rumah kaca kuat yang berkontribusi signifikan terhadap pemanasan global. Kebanyakan plastik yang beredar saat ini juga terbuat dari minyak bumi, sumber daya yang akan habis dan tidak dapat diperbarui.

 

Sayangnya, puing plastik bisa ditemukan di mana-mana, mulai dari Arktik sampai Antartika, di got sampai di taman, bahkan di Gunung Everest. Sampah plastik juga semakin banyak ditemukan di laut, salah satunya karena kebiasaan buruk membuang sampah ke sungai atau danau.

 

Gunungan sampah plastik ada di Henderson Island yang terpencil sampai Palung Mariana di kedalaman 10.994 meter di bawah permukaan laut. Plastik juga kuat melawan kondisi sekeras apapun: mengapung di laut disinari sinar terik matahari atau membeku di es Arctic selama bertahun-tahun.

 

Oleh karena itu, sudah saatnya kita lebih bijak menggunakan plastik. Kurangi bahkan hentikan penggunaan plastik sekali pakai, serta hargai setiap plastik yang kamu punya dengan menggunakannya sampai rusak sekali dan tidak bisa dipakai lagi.

 

Berrykitchen turut mendukung gerakan mengurangi plastik dengan tidak memberikan sendok plastik per 1 Desember 2018. Demi Indonesia dan dunia yang lebih baik.

 

Foto: Pinterest

 

Kata Kunci: Bahaya Plastik untuk Lingkungan
Bagikan ke teman Kamu

Gunakan voucher sebelum waktu habis 00 : 00
tutup