facebook

8 Tren Kuliner di 2019

Rabu, 26 December 2018 - 02:15:21 WIB
Diposting oleh : Berry
8 Tren Kuliner di 2019

Berrykitchen.com > Tips > Lifestyle > 8 Tren Kuliner di 2019

Seperti fashion, tiap tahun tren kuliner berubah. Setelah mengamati kecenderungan dan melakukan studi tentang kebiasaan, minat, dan produk yang sedang hits di bidang kuliner belakangan ini, beberapa lembaga mencatat beberapa hal yang diramalkan akan ramai di 2019.

 

Jika dilihat, tren tahun ini tampak mengarah ke eksperimen serta makanan sehat dan ramah lingkungan. Meski tren ini berbasis di Amerika Serikat, Indonesia yang sering berkiblat pada luar negeri bisa juga bisa mengalaminya.

 

Inilah tren kuliner 2019 yang disarikan dari berbagai sumber:

 

1. Makanan Probiotik Tanpa Disimpan di Kulkas

Pencernaan yang sehat dipercaya dapat meningkatkan kesehatan secara menyeluruh. Salah satu zat yang dapat meningkatkan bakteri sehat di pencernaan adalah probiotik yang ada di dalam makanan fermentasi seperti yoghurt dan kimchi. Keduanya biasa disimpan di kulkas agar tahan lama.

 

Di tahun 2019, Whole Foods (jaringan supermarket di Amerika Serikat yang menjual produk-produk sehat) meramalkan bahwa probiotik juga akan ditambahkan ke dalam makanan yang bisa disimpan di luar kulkas. Misalnya granola, selai kacang, camilan batangan, dan sup. Mengonsumsi probiotik jadi semakin mudah!

 

2. Sayur dan Buah yang Tidak Mulus

We eat with our eyes, karena itu wajar jika kita memilih bahan makanan yang terlihat bagus. Sayur dan buah yang memiliki cacat – meski masih layak makan – pun jadi tak laku dan seringkali berakhir jadi sampah makanan.

 

Namun, konsumen semakin sadar bahwa sampah makanan lebih dari sekadar masalah lingkungan. Karena itu, bahan makanan yang berfisik tak sempurna diyakini akan jadi tren di 2019. Toh, kandungan gizi dan rasanya sama saja dengan sayur dan buah yang mulus.

 

3. Es Krim Nonsusu

Es krim biasanya berbahan dasar susu sapi. Namun, di tahun 2019, para pembuat es krim diprediksi akan bereksperimen dengan bahan dasar baru seperti hummus (terbuat dari chickpea), tahini (terbuat dari wijen), dan avokad. Ini bisa jadi alternatif es krim nonsusu untuk vegan atau mereka yang memiliki intoleransi laktosa.

 

4. Air Rasa Wine, Maple, dan Kaktus

Air kelapa yang biasanya diperoleh langsung dari buah kelapa sempat menjadi tren dan dihadirkan dalam bentuk minuman kemasan maupun olahan minuman. Air ini dipasarkan sebagai minuman yang mampu menghidrasi dan menjadi alternatif lebih enak dari air minum biasa. Namun, tahun ini, diperkirakan akan ada air berbahan alami lain yang juga memiliki rasa sedikit manis.

 

Ada wine water, air tak beralkohol yang diberi kulit anggur merah serta ekstrak red wine. Air ini disebut-sebut mengandung senyawa fenol seperti di red wine yang dapat mengurangi risiko beberapa penyakit. Selain itu juga diramalkan akan muncul maple water yang mengandung gula jauh lebih sedikit dibanding air kelapa serta cactus water yang konon dapat meremajakan kulit.

 

Menarik, ya? Tapi jangan terlalu termakan klaimnya. Minuman-minuman unik tersebut sama menghidrasi seperti air putih biasa. Selain itu air wine, maple, dan kaktus mengandung gula tanpa serat. Meminumnya terlalu banyak dapat melonjakkan kadar gula darah seperti minuman manis lain.

 

5. Daging ‘Palsu’

Kemajuan teknologi pangan memungkinkan daging hewan diciptakan dari laboratorium. Wow! Caranya, sel hewan dibiakkan dengan skala besar di media berbahan dasar tanaman. Tak perlu lagi peternakan dan tempat penyembelihan hewan, sehingga dapat mengurangi gas rumah kaca dan konsumsi energi.

 

Perusahaan konsultan restoran Baum + Whiteman berencana menempatkan produk ayam giling dari sel ayam di restoran KFC internasional. Selain itu, seiring meningkatnya minat terhadap makanan berbahan nabati, kamu mungkin juga akan semakin sering menemukan dendeng, bacon, atau kerupuk kulit berbahan jamur atau kedelai.

 

6. Tambahan Lemak Sehat

Lemak tak lagi dianggap sebagai musuh sejak diet keto dan paleo menjadi tren. Menurut Whole Foods, nanti akan ada semakin banyak makanan dan minuman yang diberi MCT oil, coconut butter, ghee, minyak argan, minyak almond, dan sebagainya.

 

7. Makan di Rumah

Di Amerika Serikat, riset menunjukkan bahwa setengah dari pengeluaran makan berasal dari makan di luar. Namun, dari angka tersebut, 82% makanannya dibuat di rumah. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya biaya makan di luar namun harga bahan makanan di supermarket cenderung stabil.

 

Menurut studi majalah Better Homes & Gardens, 93% dari generasi millennial makan malam di rumah empat kali seminggu. Selain karena mereka tak takut memasak, makanan siap masak, masakan jadi yang dijual di supermarket, serta hobi nonton film di rumah juga meningkatkan angka makan di rumah.

 

8. Layanan oleh Mesin

Baum + Whiteman memperkirakan mesin akan semakin mengambil alih pekerjaan manusia di 2019. Fungsinya mulai dari membuat makanan, mengantarkan makanan ke kamar hotel, sampai mengambil pesanan dan mengantarkan pelanggan ke meja. Sekarang saja sudah ada robot yang membuat pizza di Prancis dan menyajikan kopi San Francisco, Amerika Serikat.

 

Apakah semua prediksi di atas akan benar-benar terwujud tahun ini? Kita tunggu saja!

 

Foto: Getty Images

 

Kata Kunci: 8 Tren Kuliner di 2019
Bagikan ke teman Kamu

Gunakan voucher sebelum waktu habis 00 : 00
tutup