facebook

7 Fakta tentang Tahun Baru Imlek

Kamis, 24 January 2019 - 01:13:32 WIB
Diposting oleh : Berry
7 Fakta tentang Tahun Baru Imlek

Berrykitchen.com > Tips > Lifestyle > 7 Fakta tentang Tahun Baru Imlek

Menjelang Imlek, lagu-lagu berbahasa Mandarin diputar di pusat-pusat perbelanjaan. Dekorasi rumah-rumah orang Tionghoa jadi serba merah. Kue keranjan, jeruk, dan angpaupun jadi sedikit dari beragam benda lain yang identik dengan perayaan Tahun Baru Imlek.

 

Selain itu, apalagi yang kamu tahu tentang Imlek? Inilah beberapa fakta tentang Tahun Baru Imlek yang terjadi di negara asalnya, Tiongkok.

 

Nama Lain Tahun Baru Imlek

Di Tiongkok, Tahun Baru Imlek disebut juga chunjie (Festival Musim Semi). Meski masih berada dalam musim salju, masa liburan ini menandai berakhirnya hari-hari paling dingin. Orang-orang menyambut musim semi dengan bercocok tanam. Ini melambangkan awal baru.

 

Tahun Baru Imlek juga sering disebut Lunar New Year karena budaya Tiongkok menggunakan kalender yang berdasarkan pergerakan bulan.

 

Tanggal Selalu Berubah

Kalender yang umum digunakan di dunia adalah kalender Masehi, sedangkan Tahun Baru Imlek berdasarkan kalender bulan. Karena itu, tanggal Imlek selalu berubah-ubah di kalender yang kita pakai. Namun, biasanya Tahun Baru Imlek jatuh di antara tanggal 21 Januari sampai 20 Februari.

 

Liburan Terpanjang di Tiongkok

Festival Musim Semi berlangsung selama 15 hari. Namun, karena perayaan dimulai sejak malam Tahun Baru Imlek, totalnya menjadi 16 hari. Belum lagi jika disambungkan dengan Festival Laba yang tahun ini jatuh pada 13 Januari. Jumlahnya jadi 40 hari perayaan!

 

Bagaimanapun juga, tidak semuanya dijadikan hari libur nasional. Tahun ini, hari libur Imlek di Tiongkok adalah 4-10 Februari. Selain itu, karena tradisi Imlek mengharuskan orang Tionghoa untuk menghabiskan waktu dengan keluarga, mereka baru boleh bepergian di hari kelima. Karyawan rata-rata mendapat jatah libur 7-12 hari, sedangkan pelajar libur musim dingin sebulan penuh.

 

Kebanyakan toko tutup pada liburan Imlek. Karena itu, beberapa bulan sebelumnya, orang-orang Tionghoa akan memborong berbagai keperluan Tahun Baru serta bahan makanan, camilan, kado, pakaian, dan sebagainya.

 

Mudik Terbesar

Ternyata tradisi mudik tidak hanya ada di Indonesia saat Lebaran. Orang-orang Tiongkokpun memiliki tradisi berkumpul bersama keluarga saat liburan Imlek. Hal ini menyebabkan terjadinya migrasi tahunan terbesar di dunia yang dikenal dengan sebutan Spring Festival Travel Rush.

 

Tahukah kamu, total perjalanan pesawat, kereta, bus, dan kapal di momen ini mencapai hampir 3 miliar? Sebagai perbandingan, menurut American Automobile Association, kurang dari 100 juta orang bepergian lebih dari 80 kilometer pada liburan Natal di Amerika Serikat.

 

Sewa Pacar

Pertanyaan “mana calonnya?” ternyata juga muncul saat kumpul keluarga di Tiongkok, lo, Berrykitcheners! Ini jadi momok bagi perempuan di atas umur 30 tahun dan laki-laki yang lebih dari 32 tahun, karena inilah ‘batas umur’ nikah yang banyak dianut orang Tiongkok.

 

Untuk menghindari interogasi, para gadis dan perjaka Tiongkok sampai menyewa pacar untuk pura-pura diperkenalkan kepada keluarga mereka saat kumpul Imlek. Bahkan, ada website dan agensi khusus untuk ini yang menawarkan harga sekitar 100 yuan (Rp 200.000) per hari.

 

Pesta Kembang Api

Konon, Tiongkok memproduksi 90% dari kembang api di dunia. Sebab, orang Tionghoa percaya bahwa kembang api dan petasan dapat mengusir roh jahat. Penggunaan kembang api terbesar tahunan di duniapun terjadi pada malam Tahun baru Imlek.

 

Namun, karena polusi udara di kota-kota besar di Tiongkok semakin memburuk beberapa tahun belakangan, pemerintah membuat kampanye antikembang api.

 

Diakhiri dengan Festival Lampion

Di malam ke-15 Tahun Baru Imlek, bertepatan dengan purnama, keluarga berkumpul untuk makan malam lalu keluar serta memandangi kembang api dan lampion yang diterbangkan. Momen ini dikenal juga dengan sebutan Festival Lampion.

 

Dulu, para gadis tidak boleh keluar sendirian. Namun malam ini spesial karena mereka boleh berjalan-jalan memandangi bulan dan lentera. Karena itu, Festival Lampion dikenal juga sebagai Hari Valentine-nya orang Tionghoa.

 

Wah, sepertinya seru, ya, merasakan suasana Imlek di negara asalnya?

 

Foto: https://www.rd.com

 

Kata Kunci: 7 Fakta tentang Tahun Baru Imlek
Bagikan ke teman Kamu

Gunakan voucher sebelum waktu habis 00 : 00
tutup