facebook

12 Pahlawan Nasional Perempuan

Rabu, 18 April 2018 - 13:02:48 WIB
Diposting oleh : Berry
12 Pahlawan Nasional Perempuan

Berrykitchen.com > Tips > Lifestyle > 12 Pahlawan Nasional Perempuan

Kemerdekaan yang kita rasakan saat ini salah satunya adalah berkat jasa para pahlawan. Dari total 173 orang yang diakui negara sebagai pahlawan nasional, ada 12 nama wanita di antaranya.

 

Nama Raden Adjeng Kartini mungkin paling dikenal di antara yang lain. Sebab, tanggal lahirnya yakni 21 April diperingati setiap tahun sebagai Hari Kartini. Padahal, selain Kartini, masih banyak pahlawan nasional perempuan lain yang perlu kita kenang jasanya. Siapa saja?

 

1. Cut Nyak Dhien

cut nyak dhien

 

Wanita cantik berdarah Aceh ini bersumpah akan melawan Belanda setelah suami pertamanya, Ibrahim Lamnga, dibunuh penjajah. Setelah beberapa lama kemudian, ia dilamar dan menikah lagi dengan Teuku Umar. Cut Nyak Dhien bertempur melawan Belanda bersama suaminya dan ia tetap meneruskan perjuangannya meski Teuku Umar kemudian tewas saat perang.

 

2. Cut Nyak Meutia

cut nyak meutia

 

Cut Nyak Meutia yang juga lahir di Aceh memiliki cerita mirip Cut Nyak Dhien. Ia berperang melawan Belanda bersama suaminya Teuku Tjik Tunong. Namun, Tjik Tunong kemudian dihukum mati dan memberi wasiat agar sahabatnya, Pang Nagroe, menikahi Cut Nyak Meutia. Setelah menikah, perempuan ini terus berjuang melawan penjajah sampai titik terakhir meski kemudian ditinggal mati pula oleh suami keduanya.

 

3. Dewi Sartika

dewi sartika

 

Raden Dewi Sartika adalah perempuan Sunda perintis pendidikan wanita. Sejak kecil, ia sudah menunjukkan ketertarikan di bidang pendidikan dengan bermain peran menjadi guru seusai sekolah. Saat dewasa, ia mendirikan Sekolah Isteri yang kemudian semakin berkembang hingga menjadi satu sekolah tiap kota atau kabupaten.

 

4. Fatmawati

fatmawati soekarno

 

Perempuan kelahiran Bengkulu yang bernama asli Fatimah ini berjasa menjahit Bendera Pusaka yang dikibarkan saat upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Fatmawati adalah istri ketiga mantan presiden Soekarno yang dikaruniai lima orang anak, yakni Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati, dan Guruh Soekarnoputra.

 

5. Malahayati

laksamana malahayati

 

Keumalahayati diberi gelar Laksamana Malahayati. Bukan tanpa alasan, perempuan Aceh ini sukses memimpin 2.000 orang pasukan Inong Balee (janda pahlawan yang syahid) berperang melawan Belanda sekaligus membunuh Cornelis de Houtman dalam pertempuran satu lawan satu di kapal. Ia juga pernah memegang jabatan sebagai Kepala Barisan Pengawal Istana dan Panglima Protokol Pemerintah.

 

6. Maria Walanda Maramis

maria walanda maramis

 

Maria Josephine Catherine Maramis (lebih dikenal sebagai Maria Walanda Maramis setelah menikah dengan Joseph Frederick Caselung Walanda) diberi gelar Pahlawan Pergerakan Nasional karena mendirikan organisasi pendidikan rumah tangga untuk wanita yang diberi nama Percintaan Ibu Kepada Anak Temurunannya (PIKAT). Ia juga sukses memperjuangkan hak wanita untuk memilih anggota badan perwakilan Minahasa Raad.

 

7. Martha Christina Tiahahu

martha christina tiahahu

 

Gadis Maluku berciri khas rambut panjang tergerai dan memakai ikat kepala merah ini sudah ikut berperang bersama ayahnya sejak usia 17 tahun. Martha juga memberi semangat kepada kaum perempuan untuk ikut bertempur sampai-sampai Belanda kewalahan menghadapi para pejuang perempuan. Ia meninggal dalam perjalanan di kapal saat akan dipekerjakan paksa di kebun kopi.

 

8. Nyi Ageng Serang

nyi ageng serang

 

Perempuan bernama asli Raden Ajeng Kustiyah Wulaningsih Retno Edhi ini diberi gelar Nyi Ageng Serang setelah menggantikan posisi ayahnya yang meninggal sebagai pemimpin Serang, Jawa Tengah. Ia terkenal memimpin pasukan melawan Belanda dengan strategi penyamaran menggunakan daun talas.

 

9. Opu Daeng Risadju

opu daeng risadju

 

Opu Daeng Risadju adalah gelar kebangsawanan dari Kerajaan Luwu yang disematkan kepada wanita bernama asli Famajjah ini. Ia mendirikan Partai Syarekat Islam Indonesia cabang Palopo dan menjadi ketuanya. Saat tentara Netherlands Indies Civil Administration (NICA) berupaya menjajah Sulawesi Selatan, Opu Daeng Risaju berperan besar memobilisasi para pemuda pribumi untuk melawan.

 

10. Rasuna Said

rasuna said

 

Hajjah Rangkayo Rasuna Said yang berdarah Minang dikenal cerdas dan berani memperjuangkan hak perempuan. Saat terjun ke dunia politik, ia lantang berbicara dan menulis menentang Belanda sampai pernah dipenjara.

 

11. Siti Hartinah

siti hartinah ibu tien soeharto

 

Raden Ayu Siti Hartinah lebih dikenal dengan sebutan Tien Soeharto. Istri mantan presiden Soeharto ini menjadi salah satu pelopor Laskar Putri Indonesia. Ia juga pernah membantu di dapur umum dan bertugas sebagai palang merah saat perang kemerdekaan. Posisi Tien sangat menentukan dalam pengambilan keputusan penting di karier Soeharto.

 

12. Siti Walidah

siti walidah

 

Siti Walidah menikah dengan pendiri Muhammadiyah, Ahmad Dahlan, dan kemudian diberi gelar Nyai Ahmad Dahlan. Ia menjadi salah satu pendiri kelompok Aisyiyah yang menjalankan pendidikan Islam bagi perempuan. Ia juga menentang kawin paksa dan tidak setuju dengan patriarki.

 

Tanpa perjuangan para pahlawan wanita di atas, belum tentu kita bisa merasakan hidup nyaman seperti sekarang. Kisah pahlawan perempuan mana yang paling kamu kagumi, Berrykitcheners?

 

Kata Kunci: 12 Pahlawan Nasional Perempuan Selain Kartini
Bagikan ke teman Kamu

Gunakan voucher sebelum waktu habis 00 : 00
tutup